Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

20 Contoh Ukara Tanduk lan Ukara Tanggap || Pengertian, Ciri-Ciri

Ukara tanduk ( kalimat aktif ) adalah kalimat yang menyatakan gagasan, pikiran, adapun yang menjadi pokok pembicaraan wasesanya atau jejernya. Wasesanya karena perlu menerangkan tindakan jejer atau tingkah lakunya. Jejernya karena perlu menerangkan siapa yang melakukan tindakan yang tersebut pada kriyane tembung wasesa ( kata kerja predikat ). 

Ukara tanduk yaiku

Contoh ukara tanduk 

  1. Darmawan lagi mangan
  2. Rina lagi asah-asah
  3. Yoga lagi menyang Solo
  4. Sulastri lagi menyang sekolah
  5. Pak Putut lagi nerangke babagan kedisiplinan sekolah
Kalimat-kalimat diatas adalah contoh ukara tanduk yang dipentingkan adalah wasesane. Beda lagi dengan kalimat / ukara yang dipentingkan adalah jejernya. Bisa kita lihat pada contoh kalimat dibawah ini :
  1. Dhik mimi mangan gorengan
  2. Miyem nyapu latar
  3. Gilang ngombe es teh
  4. Bona gawe patung
  5. Indah mangan rujak
  6. Siman nggawa duwit

Ukara tanggap ( kalimat pasif ) juga menjadi pernyataan gagasan, pikiran, adapun yang dipentingkan adalah lesannya yaitu yang menderita kriyanya wasesa ( penderita ). Oleh karena menjadi pokok pembicaraan maka kedudukan lesan dalam kalimat dibuat jejer.

Contoh ukara tanggap :

  1. Sidin diwirangke Siman
  2. Bocah cilik dithu-thuki
  3. Gedhang ko-pangan
  4. Buku dakwaca
  5. Diwirangke Simin

Pengertian jejer, wasesa & lesan

Jejer adalah bagian yang diterangkan, dibicarakan, yang diceritakan bagaimana tingkah lakunya / tindakannya dalam kalimat. Kata jejer artinya ngadeg ( berdiri ). Oleh karena itu jejer selalu terdiri dari kata-kata yang dapat berdiri sendiri yaitu tembung aran ( kata benda ) atau kata-kata yang dapat dibendakan.  

          contoh : 
  • Dek wingi aku dolan menyang sekaten
  • Panulisane kurang cetha
  • Kasugihane ora ono sing ngungkuli
Wasesa adalah semua kata yang menerangkan jejer, mengenai tindakannya atau keadaannya / sifatnya. Jika diingat dari kalimat apa wasesa berasal, wasesa dapat dibedakan menjadi tiga :
  • Wasesa dalam kalimat aktif ( ukara tanduk )
  • Wasesa ing ukara tanggap ( kalimat pasif )
  • Wasesa ing ukara nominal

Baca juga : 


Demikianlah contoh ukara tanduk lan ukara tanggap yang bisa kami berikan. Semoga bermanfaat bagi anda. Terimakasih. 

Posting Komentar untuk "20 Contoh Ukara Tanduk lan Ukara Tanggap || Pengertian, Ciri-Ciri"