Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

8 Tipe Kepemimpinan Menurut Dr Kartini Kartono Yang Perlu Kamu Ketahui

Pada dasarnya, pemimpin itu mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan kepribadiannya sendiri yang unik dan khas sehingga tingkah laku dan gayanya mampu membedakan dirinya dengan orang lain. Gaya atau style hidupnya ini pasti akan mewarnai perilaku dan tipe kepemimpinan. Maka muncullah beberapa tipe kepemimpinan, seperti tipe karismatis, paternalistis, militeristis, otokrtais, laissez faire, populis, administratif dan demokratis. 

A. Definisi Kepemimpinan

  1. Benis mengenai kepemimpinan berkata ".... the process by which an agent induces a subordinate to behave in a dseired manner " [ proses dengan mana seorang agen menyebabkan bawahan bertingkah laku menurut satu cara tertentu ].
  2. Ordway Tead dalam bukunya The Art Of Leadership menyatakan kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerjasama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  3. George R.Terry dalam bukunya Principle of Management berkata kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka suka berusaha mencapai tujuan-tujuan kelompok.
B. Definisi Gaya Kepemimpinan 

Gaya kepemimpinan adalah sekumpulan ciri yang digunakan pimpinan untuk memengaruhi bawahan agar sasaran organisasi tercapai atau dapat pula dikatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola perilaku dan strategi yang disukai dan sering diterapkan oleh seorang pemimpin 


C. Metode Kepemimpinan
Metode kepemimpinan adalah cara kerja dan bertingkah laku pemimpin dalam membimbing para pengikutnya untuk berbuat sesuatu. Ordward Tead dalam bukunya ( The Art of Administration, 1951 ) Mengemukakan beberapa metode kepemimpinan diantaranya : 

1. Memberikan perintah
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian perintah :
  • Kondisi pribadi individu yang diberi perintah
  • Situasi lingkungan sekitar yang harus ikut dipertimbangkan
  • Perintah harus jelas, ringkas namun tegas dan tidak mengandung kemajemukan arti sehingga mudah untuk dimengerti
  • Kesopansantunan dalam menyampaikan perintah
  • Perintah tidak terlalu banyak diberikan secara sekaligus
2. Memberikan celaan atau pujian
Celaan harus diberikan secara objektif dan tidak bersifat subyektif. Juga tidak boleh diberikan bersama dengan emosi-emosi yang negatif ( benci, dendam, curiga ). Celaan yang baik bisa berupa teguran secara pribadi dan bukan di depan orang banyak.

Pujian juga perlu diberikan karena yang bersangkutan telah bekerja dengan baik dan  mampu berprestasi. Dalam hal ini pujian dapat memberikan semangat, kegairahan kerja, tenaga baru dan dorongan emosional yang kuat.

3. Memupuk tingkah laku pribadi pemimpin yang benar.
Pemimpin harus bersifat obyektif dan jujur. Ia harus bisa menjauhkan diri dari rasa pilih kasih atau favoritisme karena hal ini bisa menurunkan moral anggota-anggota lainnya, menumbuhkan keraguan, kemuakan serta kecemburuan sosial. 

4. Peka terhadap saran-saran
Sikap pemimpin harus luwes dan terbuka, serta peka terhadap saran-saran eksternal yang positif sifatnya. Pemimpin juga harus menghargai pendapat-pendapat yang lain, untuk kemudian mengkombinasikan dengan ide-idenya sendiri. Dengan begitu dia bisa membangkitkan inisiatif kelompok untuk memberikan saran-saran yang baik.

5. Memperkuat rasa kesatuan kelompok
Para pemimpin perlu rasa menciptakan kesatuan kelompoknya, dengan loyalitas tinggi dan kekompakan yang utuh. Hal ini bisa meningkatkan moral kelompok dan semangat kelompok.

6. Menciptakan disiplin diri dan disiplin kelompok
Disiplin kelompok akan mudah tercipta apabila pemimpinnya mampu disiplin diri dan bersikap arif serta bijaksana, memberikan teladan, dan melaksanakan segala aturan yang berlaku. 

7. Meredam kabar angin serta isu-isu yang tidak benar
Pemimpin berkewajiban untuk mengusut sampai tuntas kabar angin atau desas-desus yang tidak jelas. Memberikan peringatan keras atau sanksi yang tajam serta pemimpin harus segera menetralkan / menawarkan situasi dengan jalan memberikan penerangan dan kebijaksanaan baru yang akan diterapkan.

D. Tipe kepemimpinan menurut Dr. Kartini Kartono
Dr. Kartini Kartono dalam bukunya ( Pemimpin dan kepemimpinan, 1992 ) membagi kepemimpinan menjadi 8 tipe diantaranya :

 1. Tipe Kepemimpinan Karismatis

Tipe ini memiliki kekuatan energi dan pembawa yang luar biasa untuk bisa mempengaruhi orang lain, sehingga dia memilki pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Seringkali tipe pemimpin yang seperti ini dianggap memiliki kekuatan supranatural atau kekuatan gaib serta kekuatan-kekuatan lain yang tidak dimiliki oleh orang pada umumnya. Dia memiliki inspirasi, keberanian dan berkeyakinan teguh pada pendiriannya sendiri. Totalitas kepribadian pemimpin model ini memancarkan pengaruh dan daya tarik yang teramat besar. Tokoh-tokoh besar semacam ini diantaranya : Soekarno, Gandhi, Hitler, John F. Kennedy, Gorbachev.


2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis

Tipe kepemimpinan kebapakkan, dengan ciri khasnya :

  • Menganggap bawahannya sebagai seseorang yang belum dewasa, atau layaknya anaknya sendiri yang masih perlu bimbingan
  • Bersikap terlalu melindungi ( overly protective  )
  • Pemimpin dengan tipe paternalistis jarang memberikan kesempatan bawahan untuk mengambil keputusan
  • Hampir atau jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif
  • Tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk bisa mengembangkan kreatifitasnya.
  • Selalu bersikap maha tahu dan maha besar

3. Tipe Kepemimpinan Militeristis

Tipe ini seperti tipe otoriter, hanya saja yang membedakannya adanya gaya luarnya yang mencontoh gaya militer. Sedangkan kepemimpinan militeristis sendiri memiliki sifat :
  • Lebih banyak menggunakan sistem perintah / komando terhadap bawahannya, berlaku keras dan sangat otoriter kaku dan seringkali kurang bijaksana.
  • Menghendaki kepatuhan yang mutlak dari bawahannya
  • Sangat menyukai formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang seringkali berlebihan.
  • Menuntut adanya disiplin keras dan kaku dari bawahannya
  • Tidak menghendaki saran, usul, sugesti serta kritikan-kritikan dari bawahannya
  • Komunikasi hanya berlangsung searah saja

4. Kepemimpinan Tipe Otokratis

Kepemimpinan ini mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan yang mutlak dan harus dipatuhi. Setiap perintah dan kebijaksanaan yang diambil tidak pernah melibatkan bawahan. Anak buah atau bawahan jarang diberikan informasi yang mendetail mengenai rencana atau kebijakan yang akan dilakukan. Tipe pemimpin seperti ini berdiri jauh dari anggota-anggotanya dan merasa dirinya eksklusif.
Pemimpin ini mau bersikap baik kepada bawahannya asalkan bawahannya mau setia, loyal dan patuh secara mutlak.


5. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire

Ciri khas dari pemimpin leissez faire adalah pemimpin praktis tidak memimpin. Dia membiarkan anggota kelompoknya berbuat sesuai kemuannya sendiri. Pemimpin juga tidak berpartisipasi sedikit pun terhadap kegiatan kelompok atau organisasinya. Pekerjaan ditanggung dan dijalankan bawahannya tanpa ada campur tangan atau arahan dari pemimpin. 

Pemimpin ibarat hanya sebuah simbol, serta tidak memiliki keterampilan teknis, tidak memiliki kewibawaan dan tidak mampu mengontrol anak buahnya. Tidak bisa memberikan suasana kerja yang kondusif sehingga organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya menjadi kacau balau.


6. Tipe Kepemimpinan Populistis

Kepemimpinan ini bersifat membangun solidaritas rakyat misalnya Soekarno dengan idealisme marhenismenya yang menekankan masalah kesatuan nasional, nasionalisme dan sikap yang berhati-hati terhadap kolonialisme serta penindasan-penindasan, penguasaan oleh kekuatan-kekuatan asing. Selain itu, kepemimpinan populistis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisional. Juga kurang mempercayai dukungan, kekuatan serta bantuan hutang-hutang luar negeri / hutang asing. 


7. Tipe Kepemimpinan Administratif atau Eksekutif

Pengertiannya adalah  kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administratif secara efekktif. Sedangkan para pemimpinnya terdiri atas teknokrat ataupun administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Dengan demikian dapat dibangun sistem administrasi dan birokrasi yang efisien untuk memerintah yaitu untuk memantabkan integritas bangsa pada khususnya dan usaha pembangunan pada umumnya.


8. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Tipe kepemimpinan ini berorientasi kepada manusia, dan memberikan bimbingan secara efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan kepada semua bawahan, dengan penekanan kepada tanggung jawab internal [ pada diri sendiri ] dan kerja sama yang baik. Kekuatan kepemimpinan demokrasi ini terletak pada peran aktif anggota-anggotanya.

Kepemimpinan demokrasi juga melibatkan anggota organisasi atau kelompok dalam setiap pengambilan keputusan atau setiap menentukan kebijakan. Potensi setiap individu juga diperhatikan serta pemimpin mau mendengarkan nasehat atau sugesti dari bawahannya. Berbeda dengan kepemimpinan yang otoriter dimana pemimpin tidak mau keahlian atau spesifikasi anggota sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dalam kepemimpinan demokratis, pemimpin mau mengakui keterampilan, keahlian para spesialis sesuai dengan bidangnya serta mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin.

Adapun tipe kepemimpinan demokratis biasanya berlangusng dengan mantab, ditandai dengan gejala sebagai berikut : 
  • Organisasi dengan segenap bagian-bagiannya berjalan dengan lancar, sekalipun pemimpin tersebut tidak berada di tempat.
  • Otoritas sepenuhnya didelegasikan ke bawah. Masing-masing anggota menyadari peran, tugas dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga mereka sangat puas serta nyaman dalam menyandang setiap tugas dan kewajibannya.
  • Diutamakan tujuan-tujuan kesejahteraan pada umumnya dan kelancaran kerja sama dari setiap warga kelompok
  • Pemimpin demokratis berfungsi sebagai katalisator, untuk mempercepat dinamisme dan kerja sama demi pencapaian tujuan organisasi dengan tujuan cara yang paling cocok dengan jiwa kelompok dan situasinya.
yosefpedia I'm introvet person

Posting Komentar untuk "8 Tipe Kepemimpinan Menurut Dr Kartini Kartono Yang Perlu Kamu Ketahui"