Skip to main content

22 Majas Perbandingan : Pengertian, Jenis dan Contohnya

Majas dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yakni majas perbandingan, majas pertentangan dan yang terakhir adalah majas pertautan. Majas perbandingan sendiri merupakan bahasa kiasan yang menyatakan perbandingan dengan maksud untuk meningkatkan kesan dan mempengaruhi terhadap pembaca atau pendengar.

22 Majas Perbandingan : Pengertian, Jenis dan Contohnya


Di dalam kesusastraan, majas perbandingan banyak kita temukan dalam beberapa jenis karya, seperti halnya puisi, prosa dan masih banyak lainnya. Dalam prakteknya, saat ini majas tidak hanya digunakan untuk bahasa sastra saja, melainkan dalam bahasa yang kita gunakan sehari-hari. Fungsinya tidak lain untuk memperhalus bahasa, memberikan kesan imaginatif serta memberikan pengaruh tertentu kepada setiap pendengar. 


Apa saja sih jenis-jenis majas perbandingan? Berikut ini kami akan memberikan beberapa jenis majas perbandingan disertai dengan contohnya :

  1. Majas Simile
Majas perbandingan yang pertama adalah majas simile. Merupakan majas yang mengungkapkan sesuatu secara tidak langsung. Yakni menggunakan perbandingan eksplisit yang biasa diperjelas mengunakan kata depan atau penghubung seperti layaknya, bagaikan dan lain sebagainya. Dalam majas simile terdapat dua kata yang masing-masing menampilkan acuan yang berbeda. Di dalam wilayah tertentu,terdapat persamaan komponen makna, sehingga keduanya bisa dibandingkan dan tidak menimbulkan masalah. Ciri-ciri majas ini yakni selalu dihubungkan dengan kata-kata pembanding. 

contoh majas simile :
  • Persahabatan kami layaknya rantai yang sangat kokoh
  • Gadis itu layaknya bunga mawar yang baru mekar
  • Wajahmu bagiakan rembulan yang bersinar di malam hari
  • Sifatnya kepadaku keras seperti batu
  • Wajah ibu dan anak itu bagiakan pinang dibelah dua
  • Keduanya bagaikan minyak dan air setiap kali bertemu
  • Sikapnya yang teralu dingin membuat orang tidak mau mendekat
  • Usahanya yang dia lakukan sia-sia, bagiakan mencari jarum di tumpukan jerami
2. Majas metafora

Majas metafora merupakan majas yang mengungkapkan sesuatu secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding. Metafora sendiri oleh beberapa ahli bahasa disebut juga sebagai ratu majas, karena dalam pembentukannya banyak jenis majas yang lain dapat dimasukkan ke dalam jenis majas ini. Metafora sendiri bisa dibedakan menjadi dua jenis yakni metafora in praesetia dan metafora in absentia. Berikut penjelasannya.
  1. Metafora in praesetia : Kedua unsur kata dibandingkan namun tidak bersifat implisit. Contoh : Dia dikenal sebagaia buaya darat di kampusnya
  2. Metafora in absentia : Dibentuk karena adanya penyimpangan makna. Contoh : Banyak pemuda yang ingin mempersunting mawar desa itu.  
3. Majas personifikasi

Majas ini memberikan sifat-sifat layaknya sifat yang dimiliki oleh manusia kepada benda yang mati. Sebenarnya majas personifikasi dan depersonifikasi bisa dimasukkan ke dalam majas metafora. Hal ini dikarenakan adanya penjelasan semantik yang sama. 

contoh majas personifikasi :
  • Kedatangan kami di pulau itu disambut dengan lambaian nyiur yang bisa terlihat dari kejauhan
  • Saatku melihat rembulan di malam itu, seakan ia tersenyum kepadaku
  • Mentari pagi membangunkan dunia seisinya
  • Malam itu aku tidur di teras dibelai oleh angin sepoi-sepoi
  • Tidak semua kisah cinta bermuara pada pernikahan
  • Awan hitam waktu itu sedang menari-nari di angkasa
  • Ambulan meraung-raung memecah keheningan malam itu
  • Penaku terus menari-nari dia atas kertas dengan cepatnya
  • Ombak pagi itu saling berkejaran menerpa karang yang menghadangnya
  • Daun kelapa itu melambai-lambai diterpa angin kencang
  • Baru berjalan 5 km namun mobilnya sudah batuk-batuk
  • Angin puting beliung mengamuk menghancurkan bangunan yang ditemuinya
  • Peluit wasit menjerit panjang menandakan akhir permainan di sore itu
  • Senja memanggil burung kesayangannya
4. Majas depersonifikasi

Depersonifikasi merupakan majas perbandingan yang menampilkan manusia sebagai binatang - benda alam, atau benda-benda lainnya. Sebagai contoh : Dikau minyak, aku air dan sebagainya. Jadi depersonifikasi ini merupakan kebalikan dari majas personifikasi.

contoh majas depersonifikasi :
  • Aku heran melihat dirinya mematung di pinggir jalan
  • Suporternya tampak menyemut sebelum pertandingan dimulai
  • Dalam beberapa kesempatan, dia tidak disukai karena sering menjadi bunglon
5. Majas Alegori

Merupakan majas yang menjelaskan maksud  suatu ungkapan tidak secara harafiah. Pada umumnya, majas alegori merujuk pada penggunaan retorika, namun alegori disini tidak harus ditunjukkan melalui bahasa, bisa juga alegori dalam bentuk lukisan atau pahatan. 

contoh majas alegori : 
  • Hati-hati kalian dalam mendayung bahtera rumah tangga. Mengarungi lautan kehidupan yang penuh dengan badai dan gelombang. Apabila suami - isteri, antara nahkoda dan juru mudinya seia sekata dalam melayarkan bahteranya, niscaya kalian akan sampai ke pulau tujuan.
  • Hidup bagaikan menaiki kapal di lautan, ada masa dimana kita dihantam badai, ada saatnya kita ditenangkan dengan laut yang tenang. Semua ada waktunya dan kita harus menjalaninya dengan penuh perjuangan. 
6. Majas Simbolik 

Merupakan majas yang melukiskan sesuatu dengan simbol benda, binatang serta tumbuhan.
contoh majas simbolik :
  • Dia terkenal sebagai buaya darat saat masih sekolah ( buaya darat sebutan untuk laki-laki yang senang mempermainkan wanita ) 
  • Rumah itu hancur dengan cepat dilalap si jago merah ( jago merah sebutan untuk api )
  • Gedung DPR saat ini layaknya sebagai sarang tikus-tikus berdasi ( tikus berdasi sebutan untuk koruptor )
7. Majas Eponim 

Eponim merupakan nama orang ( baik itu nyata atau sekedar fiksi ) yang dipakai untuk menamai suatu tempat, penemuan, benda tertentu dikarenakan kontribusi atau jasa tokoh yang bersangkutan pada objek yang diberikan nama tersebut. Hal ini banyak ditemukan dalam bidang sains atau teknologi.   

contoh majas eponim :

  • Bilangan avogadro ditemukan oleh Amedeo Avogadro
  • Mesin diesel ditemukan oleh Rudolf Diesel
  • Satuan gaya newton, ditemukan oleh Isaac Newton
8. Majas Perifrasa

Merupakan majas yang berupa mengungkapkan panjang sebagai sesuatu yang pendek. Atau dengan kata lain, perifrasa adalah suatu frasa panjang untuk menggantikan frasa yang lebih pendek. Frasa atau kata yang digantikan tersebut dapat berupa nama tempat, nama benda ataupun nama sifat.

contoh majas perifrasa :
  • Dia sekolah di kota Kembang ( Kota Bandung )
  • Kini ia tinggal di kota gudeg ( Kota Yogyakarta )
  • Indonesia pernah dijajah oleh negara matahari terbit ( Negara Jepang )
9. Majas Alusio

Merupakan majas perbandingan yang menggunakan berbagai kata kiasan dan peribahasa yang sudah lazim didengar oleh semua orang.

contoh majas alusio :
  • Sudah seminggunan dia tidak terlihat batang hidungnya
  • Apakah peristiwa Priok akan terjadi lagi disini
10. Majas antropomorfisme

Merupakan majas metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia. Antropomorfisme adalah atribusi karakteristik manusia ke makhluk yang bukan manusia. Subjek dari majas ini sendiri adalah binatang atau benda alam seperti halnya udara dan matahari, yang digambarkan sebagai makhluk dengan motivasi manusia, yang dapat berfikir dan berbicara.

contoh majas antropomorfisme :

  • Meskipun penampilannya jauh dari kesan religius, namun di daerahnya dia dikenal sebagai suluh bagi mereka yang membutuhkan penerangan batin.
  • Serangan teroris yang dilancarkan pada pagi itu di jantung kota, nyaris membuat semua kegiatan berhenti. 
  • Para begal itu menunggu pejalan kaki yang melintasi hutan angker yang dikenal sebagai tempat jin buang anak.
11. Majas Sinestesia

Salah satu dari sekian majas perbandingan yang berisi suatu ungkaan rasa dari suatu indra, yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya. Dengan kata lainnya, sinestesia merupakan metafora berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan kepad indra lainnya. 

contoh majas sinestesia : 
  • Betapa sedap memandang gadis cantik yang selesai berdandan
  • Suaranya terang sekali
  • Rupanya manis
  • Namanya harum
  • Sikapnya dingin
  • Dia memberikan pandangan yang sangat tajam kepadaku.
  • Kata-katanya terdengar sangat pedas.
12. Majas Antonomasia

Majas yang menggunakan sifat sebagai nama diri atau nama orang lain yang digunakan sebagai nama jenis. Dengan kata lain, antonomasia adalah sebuah majas perbandingan yang menyebutkan sesuatu bukan dengan nama asli dari benda. Melainkan sifat-sifat yang dimiliki oleh benda yang bersangkutan.

contoh majas antonomasia
  • Si gemuk
  • Si kurus
  • Si lincah
  • SI pintar
13. Majas Hipokorisme

Majas perbandingan yang menggunakan nama timangan atau kata yang digunakan untuk menunjukkan hubungan karib. ( Nama timangan adalah nama yang digunakan sebagai ungkapan rasa sayang )
contoh majas hipokorisme :
  • Lama sekali otok hanya melihat ikatan bunga biji mata itu, yang sudah membuatnya terkesima.
14. Majas Litotes

Merupakan majas yang mengungkapkan suatu perkataan dengan rendah hati dan lemah lembut. Majas litotes bersal dari bahasa Yunani yang mempunyai arti kesederhanaan. Majas ini juga merupakan kebalikan dari majas hiperbola, majas ini mengungkapkan pikiran yang melemahkan nilai si pengujar. Tujuannya adalah menampilkan gagasan tentang sesuatu yang kuat atau besar, dengan ungkapan yang lemah nilainya dengan tujuan sopan santun.

contoh majas litotes :
  • Aku hanyalah anak bawang diantara mereka yang sudah senior
  • Mampirlah sejenak ke gubuk saya
  • Suatu kehormatan bagi saya apabila anda sudi menaiki gerobak saya
  • Maklum dia seringkali kecapekkan, karena setiap hari dari pagi sampai sore dia mencari sesuap nasi
  • Aku hanya sebutir pasir di tengah hamparan gurun
Seringkali, untuk melemahkan intensitas makna, dalam litotes digunakan juga dalam bentuk negatif yang dibentuk menggunakan kata  tidak atau kurang. Sebagai contoh :
  • Putra ibu kurang begitu pandai dalam mata pelajaran bahasa Inggris, namun bukan berarti dia juga kurang pandai dalam pelajaran lainnya ( Kurang pandai = Bodoh )
  • Dika memang kurang beruntung, setiap kali pacaran selalu ditinggalkan pacarnya. ( Kurang beruntung = malang )
15. Majas Sinekdote 

Merupakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian, namun dengan seluruh bagian atau sebaliknya. Sinekdote sendiri terbagi menjadi dua, yakni pras pro toto ( sebagian untuk sluruh bagian ) dan totum pro parte ( seluruh untuk sebagian ).
Pras pro toto adalah sebuah majas yang digunakan sebagian unsur . objek untuk menunjukkan keseluruhan objek
contoh :
  • Sudah ditunggu berjam-jam lamanya, namun dia juga tidak menunjukkan batang hidungnya.
  • Dia menawarkan dagangannya dari pintu ke pintu 
Totum Pro Parte adalah sebuah majas yang digunakan untuk mengungkapkann keseluruhan objek, padahal yang dimaksud hanya sebagian.
contoh :
  • Mie ayam adalah makanan favorit anak muda
  • Italia mengalahkan Inggris dengan telak 
  •  Indonesia mengalahkan China dalam pertandingan bulu tangkis kemarin malam di Stadion Gelora Bung Karno
 16. Majas Eufisme

Merupakan ungkapan yang lebih halus sebagai ganti ungkapan yang dianggap lebih kasar dan tidak pantas. Pada prakteknya, ungkapan ini disampaikan kepada orang yang dihormati, orang yang lebih tua atau orang yang dituakan. Hal ini dilakukan, karena apabila ungkapan dinyatakan secara langsung, akan menimbulkan perasaan yang tidak enak dan terdengar kasar. Terkadang penggunaan kata tertentu juga digantikan oleh sinonimnya, untuk menghaluskan bahasa.

contoh majas eufisme

  • Dilan sedang bab, digantikan dengan Dilan sedang pergi ke belakang
  • Rina pergi buang air kecil, digantikan Rina pergi ke kamar kecil
  • Uang sumbangan yang ada telah dikorupsi oleh pejabat terkait, digantikan dengan uang sumbangan yang ada telah disunat oleh pejabat terkait
Contoh kata lain yang dibuat sopan maknanya adalah :

  • Tunasusila digantikan dengan pelacur
  • Tunakarya menggantikan kata pengangguran
  • Tuna daksa menggantikan kata tuli atau bisu
  • Tuna wicara menggantikan kata bisu
  • Tuna aksara menggantikan kata buta huruf
  • Tuna laras menggantikan kata orang yang cacat suara
  • Tuna grahita menggantikan kata cacat mental

17. Fabel

Fabel merupakan majas yang menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan dapat bertutur kata. Fabel sendiri berasal dari bahasa Belanda, yang mempunyai arti suatu cerita yang menggunakan nama hewan sabagai tokoh utamanya. Dalam fabel seorang penulis biasanya menyisipkan pesan-pesan moral di dalamnya.

18. Parabel

Cerita rekaan untuk menyampaikan ajaran agama, moral, atau kebenaran umum, dengan menggunakan perbandingan atau ibarat. Parabel seperti halnya metafora yang diperluas menjadi suatu kisah singkat dan berbeda dengan fabel dalam hal pengibaratannya. Dalam fabel diguanakan hewan, tumbuhan, benda dan lain-lain untuk mengibaratkan sesuatu. Sedangkan di parabel menggunakan manusia. Kitab suci merupakan suatu contoh yang banyak menggunakan parabel di dalamnya.

19. Kiasmus  

Kiasmus adalah gaya bahasa yang berisikan perulangan, sekaligus merupakan inversi atau pembalikan susunan antara dua kata dalam satu kalimat.

contoh kiasmus : Dia menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah.

20. Aptronim

Aptronim merupakan suatu pemberian nama orang, yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.

contoh aptronim : Karena dia sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan, dia dipanggil sebagai maman angkot.
Tongkrong sejak tadi pagi, sudah duduk-duduk di mulut gang. ( Tongkrong merupakan sebutan untuk orang yang suka duduk-duduk dengan cara jongkok ).

21. Majas metonimia

Majas metonimia adalah salah satu contoh  majas perbandingan yang menggunakan sepatah dia patah kata, yang merupakan merk, macam atau lainnya yang merupakan satu kesatuan dari sebuah kata.

contoh majas metonimia :

  • Ayahnya membeli sebatang Djarum Coklat
  • Kakaknya pergi ke puncak menggunakan sebuah kijang merah
  • Paman baru saja membeli sebuah honda
  • Gedung putih di awal bulan ini telah mengumumkan gencatan senjata
22. Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah mengungkapkan sesuatu yang dilebih-lebihkan dibandingkan dengan kenyataannya untuk membuat atau memperoleh efek tertentu, bukan yang sebenarnya, sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal. Yang paling dipentingkan dari sebuah majas hiperbola adalah kesan yang ingin ditampilkan. Dengan menggunakan majas ini, instensitas makna akan menjadi sangat kuat.

contoh majas hiperbola :

  • Dengan nada menggelegar dia berkata " Pargi kau darisini "
  • Lima tahun sudah berlalu sejak sepeninggalnya kekasihku, namun sampai saat ini, sedetikpun wajahnya tidak pernah hilang dari ingatanku.
  • Secepat cetah dia berlari menuju garis finish
  • Sabun sakdulit untuk hasil yang selangit
Baca juga : 
Itulah setidaknya 22 jenis majas perbandingan lengkap dengan contohnya yang bisa kami berikan. Semoga bisa menambah wawasan anda. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar