Skip to main content

200 Contoh Peribahasa Lengkap dengan Artinya dari A-Z

Kamus Peribahasa Indonesia - Apakah anda pernah menggunakan peribahasa untuk menyampaikan maksud tertentu kepada orang lain? Misalkan secara tidak langsung anda ingin menyindir teman anda yang mempunyai gaya hidup boros, serta ingin mengingatkannya agar lebih bisa berhemat dengan penghasilannya. Anda bisa menggunakan peribahasa " Besar pasak daripada tiang " yang artinya seorang yang mempunyai pengeluaran lebih besar daripada pendapatannya.

200 Contoh Peribahasa Lengkap dengan Artinya dari A-Z

Terkadang kita memang perlu menggunakan bahasa kiasan dengan maksud memperhalus makna yang ingin kita sampaikan. Bahasa yang digunakan dalam peribahasa memang bahasa kiasan, oleh karenanya setiap orang hendaknya mengetahui arti dari peribahasa yang digunakannya. 

Dilihat dari isinya, peribahasa sendiri banyak yang memuat tentang pelajaran hidup, motivasi, aturan-aturan yang ada di dalam masyarakat serta nasehat yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Peribahasa tidak hanya ditemukan dalam kebudayaan suatu bangsa saja, melainkan banyak bangsa di dunia ini yang mempunyai peribahasa, ungkapan atau pepatah yang diwariskan secara turun temurun sebagai kekayaan budayanya masing-masing.

Khusus dalam bahasa Indonesia, kali ini kami akan membagikan 200 contoh peribahasa disertai dengan arti atau maknanya lengkap dari A-Z yang bisa anda gunakan dalam bahasa pergaulan sehari-hari. Berikut contohnya : 


200 Peribahasa Lengkap dengan Artinya dari A-Z
A
  1. Ada hujan ada panas. Ada hari boleh balas. Senantiasa masih ada kesempatan untuk membalas dendam.
  2. Ada nyawa ada ikanMeskipun masih hidup, namun hampir dalam kondisi mau mati
  3. Ada nyawa ada rejekiJika masih ada nyawa ( hidup ), tentu masih sanggup berusaha guna mendapatkan rejeki.
  4. Ada sampan hendak berenang. Sengaja melakukan tindakan yang hanya akan membuat masalah dirinya saja.  
  5. Ada sirih hendak makan sepah. Walaupun ada yang baik, namun malah menghendaki sesuatu yang kurang baik dibandingkan dengan yang telah ada.
  6. Ada ubi ada talas. Kebaikan dibalas dengan kebaikan, sebaliknya kejahatan juga akan dibalas dengan kejahatan pula.
  7. Adakah buaya yang menolak bangkai ?. Jika ada kesempatan untuk berbuat jahat, seorang jahat pasti akan melakukan kejahatannya.
  8. Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh ?. Pribadi yang baik tentu akan mengeluarkan ( berkata-kata ) yang baik-baik pula.
  9. Adat gunung, tepatan kabut. Orang yang kaya dan berada biasanya akan jadi tempat meminta-minta orang yang miskin atau berkesusahan.
  10. Adat diisi janji dilabuh. Adat istiadat harus dijalankan, sedangkan janji harus ditepati.
B
  1. Bagai kucing dibawakan lidi. Merasa ketakutan sekali, merasa bersalah 
  2. Bagai kucing mengintai panggung. Gelisah, mengharapkan sesuatu yang belum pasti.
  3. Bagai manik-manik putus talinya. Menangis tersedu-sedu karena mendengar berita yang menyedihkan.
  4. Bagai menentang matahari. Berani menentang penguasa namun hanya akan mendatangkan kebinasaan. 
  5. Bagai membekali budak lari. Seseorang yang mengalami kerugian berkali-kali.
  6. Bagai lukah tak penuh air. Seorang yang tidak pernah merasa kenyang, hanya ingin makan terus menerus.
  7. Bagai kundur diatas dulang. Tidak memiliki pendirian yang tetap. Pendirian yang selalu berubah-ubah.
  8. Bagai langu di ekor gajah. Seorang yang selalu menurut perkataan orang lain, tanpa pernah membantahnya.
  9. Bagaikan si kudung panji belut. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya. Maka hasilnya tidak akan baik ( sia-sia saja )
  10. Bagaimana ditanam, begitu juga dituainya. Seseorang pasti akan mendapatkan balasan karena perbuatannya.
  11. Bagaimana hari takkan hujan. Katak betung dalam telaga berteriak selalu. Jika senantiasa tekun dan rajin dalam berusaha, maka suatu saat akan mendapatkan suatu keberhasilan.
  12. Baik padi segenggam dengan senang hati, daripada selumbung dengan susah hati. Lebih baik hidup sederhana namun senang hati, daripada hidup kaya namun hatinya susah.
  13. Bahasa menunjukkan bangsa. Baik dan buruknya sifat seseorang bisa kita lihat dari tutur katanya.
  14. Baik berputih tulang daripada berputih mata. Lebih baik mati daripada menanggung malu.
  15. Bakar air, ambil abunya. Mengharapkan sesuatu yang sangat mustahil bisa terjadi
C
  1. Cupak sepanjang betung, adat sepanjang jalan. Melakukan pekerjaan sesuai dengan adat istiadat dan tradisi yang berlaku di masyarakat. 
  2. Cerdik perempuan melabuhkan saudagar muda mengutangkan. Orang yang pandai dan belum punya pengalaman, seringkali membuat susah orang lain. 
  3. Condong yang akan menongkat, rebah yang akan menggoyangkan. Seseorang yang sedang mengalami kesulitan atau kemalangan. Mendapatkan sebuah pertolongan.  
  4. Cencang terdawat menjadi ukir. Segala sesuatu yang dilakukan oleh ahlinya, pasti hasilnya akan bagus.
  5. Cencaru makan pedang. Sekalipun dilakukan secara lambat, namun hasil akhir dari suatu pekerjaan pasti akan baik.
  6. Cerdik terkedik, bingung terjual. Sebaik-baiknya nasib adalah yang pertengahan, karena kepintaran kadang menyebabkan kesusahan dan kebodohan menyebabkan mudah ditipu.
  7. Condong yang akan menimpa. Suatu perbuatan yang hanya akan mendatangkan kecelakaan atau kerugian saja.
  8. Cepat kaki ringan tangan. Cekatan dalam melakukan suatu tindakan. Sigap dalam menolong orang lain yang sedang membutuhkan. 
  9. Cinta buta. Ketika seseorang sedang jatuh cinta, maka dia bisa melakukan segala tindakan diluar akal sehat.
  10. Cinta harta api membara. Cinta yang hanya berlandaskan atas harta kekayaan.
D
  1. Di lengah beruk berayun. Terlalu asik melihat hal yang tidak penting hingga waktunya habis dengan percuma.
  2. Dijual sayak dibeli tempurung. Sesuatu yang tidak berbeda jauh. Yang telah hilang tidak jauh berbeda dengan pengganti. Pekerjaan baru tidak berbeda jauh dengan pekerjaan yang lama.
  3. Dibujuk dia menangis, ditendang dia tertawa. Setelah dimarahi atau ditegur keras, barulah seseorang bisa melakukan hal yang benar.
  4. Di gunung hendakkan air, di lurah hendakkan air. Menginginkan sesuatu pada tempat yang mustahil barang itu dijumpai.
  5. Dikatakan huma lebar, sesapan di halaman. Membangga-banggakan kelebihannya atau keunggulannya namun tidak terlihat apa yang dibanggakan itu ( hanya omong kosong / isapan jempl belaka )
  6. Diberkah dia menampar pipi, dibakar dia melilit gunung. Orang yang selalu berusaha membalas kejahatan yang menimpanya dengan kejahatan pula melalui berbagai cara.
  7. Dapat kijan teruit. Sangat mudah mendapatkan keuntungan.
  8. Daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati berkalang tanah. Lebih baik mati daripada hidup dengan menanggung malu.
  9. Dari semak ke belukar. Pindah ( meninggalkan ) sesuatu hal yang buruk, namun pada akhirnya mendapatkan keburukan juga.
  10. Daun keladi dimandikan. Seseorang yang sangat sulit menerima saran ( nasihat ). Orang yang sangat sukar diajar.
E
  1. Emping terserak, hari hujan. Orang yang sangat menderita dalam usaha. 
  2. Emas berpeti, kerbau berkandang. Harta kekayaan itu hendaknya disimpan dalam wadah yang semestinya. 
  3. Elok arah di hari panas. Segala sesuatu itu akan terasa lebih baik bagi orang yang berkecukupan.
  4. Enak lauk dikunyah-kunyah, enak kata diperkataan. Sesuatu di dalam hati, perlu dirundingkan lagi agar jelas maksudnya. 
  5. Embacang buruk kulit. Disangka bodoh namun sebenarnya pandai. Dikira tidak baik namun sebenarnya baik sekali.
  6. Elok lenggang di jalan datar. Bersenang-senang sebaiknya disesuaikan dengan waktu dan tempatnya. 
  7. Elok kata dalam mufakat, buruk kata di luar mufakat. Apapun yang akan dilakukan, sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan teman-temannya.
  8. Esa hilang, dua terbilang. Kuat bersikeras melakukan sesuatu. Seorang peimpin besar meninggal dunia, akan muncul pemimpin baru lainnya.
  9. Enau sebatang, dua sigainya. Pekerjaan yang diatur oleh dua orang yang memiliki wewenang dan kekuasaan yang sama, maka hasilnya tidak akan pernah baik.
  10. Enggan seribu daya, mau sepatah kata. Ketika seseoran tidak suka pada suatu hal, maka dia akan mempunyai banyak seribu alasan.



G  
  1. Gajah berjuang bersama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah. Orang besat berseteru dengan orang besar. Rakyat kecil menderita dibuatnya. 
  2. Gedang suap tak mengeyang, gedang bungkus tak berisi. Orang yang banyak bicaranya, namun biasanya hasilnya kosong.  
  3. Garam dikulumnya tak hancur. Seorang yang rapi dan pintar menjaga rahasia. 
  4. Gayung bersambut, kata terjawab. Mendengarkan perkataan orang lain sebelum menjawabnya. 
  5. Gajah mati karena gadingnya. Seorang yang meninggal dunia karena kelebihannya sendiri. 
  6. Gajah mati, tulang setimbun. Orang yang kaya jika meninggal dunia, biasanya meninggalkan warisan atau kekayaan yang banyak.
  7. Gemuk membuang lemak, cerdik membuang kawan. Tidak peduli atau tidak menolong keluarganya sendiri.
  8. Gigi dengan lidah, ada kalanya bergigit juga. Ada kalanya antar anggota keluarga, antara anak atau keluarga, antara suami dan istri, timbul perselisihan atau percekcokan.
  9. Geraham tanggal, rawan murah. Setelah harta kekayaannya habis atau umurnya sudah menua. Timbul keinginan yang tidak pernah bisa diwujudkannya lagi.
  10. Gunung juga dilejang panas. Orang kaya yang bertambah kaya.

H    
  1. Harimau mengaum takkan menangkap. Orang yang mengancam biasanya tidak akan memukul.
  2. Harimau memperlihatkan kuku. Orang besar yang memperlihatkan kekuatannya.
  3. Harapkan burung terbang tinggi. Punai di tangan dilepaskannya. Menginginkan keuntungan yang besar dan belum tentu didapat. Keuntungan kecil yang sudah didapatkannya malah dilepaskan.
  4. Hanyut tiada berapi. Karam tiada berair. Mengalami penderitaan / kesengsaraan yang sangat.
  5. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading. Orang mati meninggalkan nama. Orang yang baik kelakuannya akan senantiasa dikenang orang ( meninggalkan nama )  
  6. Harapan tak putus, sampai jerat tersentak rantus. Tetap berusaha keras dan tak mau berputus asa hingga saat-saat terakhir.
  7. Hanyut dipintasi, lulus disemai, hilang dicari. Membantu seseorang saat dia mengalami kesusahan 
  8. Harapkan anak mata buta sebelah, harapkan teman buta keduanya. Setiap pekerjaan harap diteliti sekali lagi meskipun telah ada orang yang membantunya.
  9. Hari pagi dibuang-buang. Hari petang dikejar-kejar. Seorang yang tidak pandai membagi waktu, hingga selalu tergesa-gesa dalam melakukan segala sesuatu.
  10. Hangat-hangat tai ayam. Memiliki keinginan yang kuat, namun dengan cepat menurun atau hilang
I
  1. Ikan terkilat, jala tiba. Seseorang yang tidak menyia-nyiakan waktu. Cepat mengambil tindakan ketika menghadapi suatu masalah. 
  2. Ilmu padi, makin berisi makin menunduk. Seseorang yang memiliki ilmu yang semakin tinggi, maka dia senantiasa semakin merendahkan diri.
  3. Ikan lagi di laut, lada dan garam sudah di selangkangan. Keberhasilan belum pasti didapatkan, namun sudah ada persiapan untuk bisa menikmati keberhasilan itu.
  4. Ikan dapat bersiang, belalang dapat menuai. Laba ( keuntungan ) yang tidak terduga ketika melakukan atau melaksanakan pekerjaan penting.
  5. Ijuk tidak bersagar. Suatu keluarga yang tidak memiliki kepala keluarga ( laki-laki ) yang disegani.
  6. Ikan biar dapat, serampangan jangan pokah. Keuntungan atau keberhasilan bisa didapat, disisi lain peralatan yang digunakan tidak rusak karenanya. 
  7. Ikut hati mati, ikut mata buta. Jika menuruti hawa nafsu, maka kecelakaan akan didapatkannya.
  8. Ilmu katak, apabila teringat akan melompat. Seorang yang melakukan pekerjaan secara tergesa-gesa atau terburu-buru tanpa suatu persiapan.
  9. Ikan pulang ke lubuk. Kembali pulang ke tempat daerah asal yang dicintainya.
  10. Ikan seekor rusakkan ikan setajau. Sekambu rusak oleh ikan seekor. Sedikit keburukan yang menyebabkan semuanya menjadi buruk.
  
  1. Jika kucing memakai tanduk, barulah itu terjadi. Sesuatu yang tidak mungkin sesuatu itu terjadi.
  2. Jika kasih akan padi, maka buanglah rumput. Jika sayang akan keluarga ( anak & istri ) Maka janganlah menyayangi orang lain.
  3. Jerat semata bunda kandung. Anak tunggal yang disayangi oleh ibunya.
  4. Jauh hari juga yang akan mengenal manikam. Hanya seorang yang ahli saja yang dapat mengetahui keindahan dan manfaat dari sesuatu.
  5. Jerat serupa jerami, kiambang disangka gurun. Segala sesuatu yang disamarkan atau dipalsukan akan mendatangkan bahaya. 
  6. Jika belalang ada seekor, jika emas ada miangnya. Segala sesuatu itu ada aturan dan jalannya masing-masing.
  7. Jika kain panjang sejengkal, jangan laut hendak diduga. Jika hanya memiliki pengetahuan sedikit, jangan meniru orang pandai.
  8. Jika gajah jatuh ke telaga, melainkan gajah juga yang mengambil dia. Bila orang  besar mendapatkan celaka, maka orang besar juga yang bisa membantunya.
  9. Jentayu rindukan bulan. Keinginan yang mustahil bisa terlaksana
  10. Jika diadu beliung dengan ruyung, niscaya rusak keduanya. Pertentangan yang sama-sama kerasnya ada baiknya disabarkan dulu, agar muncul hasil akhir yang baik.
K      
  1. Kalau bangkai galikan kuburnya, hidup sediakan buaiannya. Menunggu yang akan terjadi, baru memikirkan langkah yang harus dilakukan untuk bisa menghadapinya. 
  2. Kalau pandai meniti buih, selamat badan ke seberang. Walaupun sukar dan berbahaya, asalkan hal itu dilakukan dengan cara yang benar dan sungguh-sungguh serta tekun, tentu bisa dikerjakan.
  3. Kalau pandai menggulai, badar menjadi tengiri. Jika pintar mengatur, sesuatu yang sederhana akan baik hasilnya. 
  4. Kalau pandai mengencangkan akar, mati lalu ke pucuknya. Jika ingin berhasil menghadapi musuh, maka tangkap dan hadapi dulu pemimpinnya.
  5. Kalau getah meleleh, kalau daun melayang. Jika seorang dalam keadaan yang sulit, kerabatnya saja yang akan datang membantu, orang lain akan menjauhinya.
  6. Kalau kubuka tempayan budu, baharu tahu. Kalau kubuka rahasiamu, kamu baru tau.
  7. Kalau menampi, jangan tumpah padinya. Jika melakukan sesuatu hendaknya dilakukan dnegan sebaik-baiknya.
  8. Kalau menyeberang sungai biar ditelan buaya. Tetapi jangan dipagut ikan-ikan kecil. Orang yang bersalah biasanya akan lebih senang ditegur oleh atasannya atai orang lain yang tinggi jabatannya dibandingkan dengan ditegur oleh bawahannya.
  9. Karena mata buta, karena hati mati. Menuruti hawa nafsu sendiri maka hanya akan berujung pada kebinasaan.
  10. Kambing diparak panjang janggutnya. Orang yang tidak hendak banyak sebutnya. Orang yang tidak senang pada sesuatu biasanya akan mencari-cari alasan untuk menunjukkan ketidak senanganya itu.
L
  1. Lengan bagai lilin dituang. Memiliki bentuk lengan yang indah.
  2. Lembu punya susu, sapi punya nama. Seseorang yang bekerja ( melakukan ). Namun orang lain yang mendapatkan pujian.
  3. Lempar batu sembunyi tangan. Melakukan sesuatu dan mencoba mengilangkan barang buktinya karena dia tidak bertanggung jawab.
  4. Lepas bantal berganti tikar. Menikahi adik / keluarga dari istrinya sendiri
  5. Lidah bercabang bagai biawak. Orang yang tidak jujur, ucapannya tidak bisa dipercaya atau dipegang.
  6. Licin minyak karena berminta. Elok karena kain berselang. Sindiran kepada orang yang berlagak sombong atau angkuh dengan menggunakan harta dan kekayaan orang lain.
  7. Lesung mencari alu. Perempuan yang mencari lelaki.
  8. Lepas dari mulut harimau, jatuh ke mulut buaya. Lepas dari suatu kemalangan atau bahaya kecil, datang lagi kemalangan atau bahaya yang lebih besar.
  9. Lidah tak bertulang. Sangat mudah mengucapkannya namun sukar untu menjalankan. 
  10. Lewat dari manis, masam, lewat dari harum, busuk. Semula nampak rukun lagi mesra, kemudian saling berselisih ( bertengkar )
M         
  1. Merayap-rayap seperti kangkung diulak jamban. Sangat cepat berkembang biak ( beranak pinak ) Dengan cepat menjadi besar dan tinggi.
  2. Merenangi laut lepas. Bepergian ( merantau ) tanpa mengetahui arah dan tujuannya
  3. Minta pucuk kepada alu. Menginginkan sesuatu yang mustahil didapatkannya. 
  4. Minyak duyung perendangan duyung. Sifat dan kelakuan orang yang tercela, yakni telah menghabiskan harta majikannya yang dipercayakan kepadanya.
  5. Minyak dan air masa sama. Dua orang yang bertikai tentu tidak bisa disatukan
  6. Minyak habis sambal tak enak. Ucapan seseorang yang kecewa mendapati rumah tangga anak dan menantunya yang tidak baik dalam pandangan pribadinya.
  7. Meskipun sepuluh kapal masuk, anjing bercawat ekor juga. Orang bodoh yang tidak mengindahkan perbuatan di masyarakat sekitar.
  8. Merentan lagi. Mudah marah
  9. Minyak kita jua yang digoreskannya. Sifat dan kelakuan orang yang tercela, yakni telah menghabiskan harta majikannya yang telah dipercayakan kepadanya.
  10. Minum darah orang. Seseorang yang merugikan orang lain. 
N
  1. Nyawa bergantung di ujung kuku. Kondisi atau keadaan seseorang yang sangat sulit 
  2. Nyanyian seperti layaknya kumbang dijolok. Suara nyanyian yang sangat buruk hingga memekakkan telinga.
  3. Nasi tersaji di lutut. Keuntungan yang sangat mudah didapatkan.
  4. Neraca palingan bungkal. Hati palingan Tuhan. Pikiran atau pendirian yang sangat muda berubah.
  5. Nyamuk mati, gatal tak lepas. Orang yang berbuat kekacauan sudah dihukum, namun permasalahan masih saja ada.  
O

  1. Orang kaya suka dimakan, orang elok selendang dunia.  Orang kaya yang murah hati
  2. Orang mandi bersiselam, awak mandi bertimba. Orang lain mendapatkan keuntungan yang sangat banyak. Namun kebalikannya, diri sendiri mendapatkan keuntungan yang sedikit atau kecil.
  3. Orang dahaga diberi air. Membantu yang sedang kesusahan.
  4. Obat jerih pelerai demam. Seseorang yang sangat disayangi
  5. Orang berdendang di pentasnya. Masing-masing mempunyai kekuatan di tempatnya
  6. Ombak yang kecil jangan diabaikan. Jangan sekalipun meremehkan hal-hal yang kecil. Karena perkara kecil apabila diabaikan bisa saja mendatangkan musibah yang lebih besar.
  7. Obat jauh penyakit hampir. Seorang yang sangat memerlukan bantuan atau pertolongan, namun pertolongan juga tidak kunjung datang.
  8. Olok-olok jadi tingkarah. Awalnya berolok-olok namun pada akhirnya berkelahi.
  9. Ombaknya kedengaran, pasirnya tidak kelihatan. Beritanya telah tersebar, namun buktinya belum juga tampak
  10. Orang yang mengantuk, disorongkan bantal. Seseorang yang menghendaki sesuatu, mendapatkannya sebelum meminta.
P
  1. Parang gabus menjadi besi. Orang yang lemah menjadi kuat.
  2. Pasang pelita dilanggar tikus. Keadaan yang awalnya menyenangkan tiba-tiba hilang karena hal yang sepele.
  3. Patah sayap bertongkatkan paruh, patah tongkat bertelekan. Terus berusaha dengan giat, jangan mudah putus asa.
  4. Pekak membakar meriam. Setiap pribadi tentu mempunyai talentanya masing-masing dan pasti berguna.
  5. Paut sehasta tali. Masih terikat dalam perjanjian, sehingga tidak mampu melakukan tindakan atau perbuatan sekehendak hatinya.
  6. Patah kemudi dengan ebamnya. Kerusakan yang teramat banyak hingga mustahil untuk diperbaiki.
  7. Patah lidah alamat kalah, patah keris alamat mati. Jika tidak pandai dalam membela diri, tentu akan kalah apabila mempunyai perkara dengan pihak lain. 
  8. Pecah buyung, tempayan ada. Seorang lelaki yang tidak merasa kekurangan perempuan untuk dijadikan istrinya
  9. Pecah menanti sembab, retak menanti belah. Menunggu-nunggu kesempatan yang tepat untuk membalaskan dendam yang masih membara.
  10. Pecah boleh dilayangkan, bulat boleh digulingkan, batu seguling, pecak setepik. Kata mufakat ( sepakat ) untuk melakukan suatu pekerjaan yang telah didapatkan.
R
  1. Rusak barang ditimpa jambak. Kerusakan akibat pemimpin / kerusakan yang diakibatkan karena keluarga sendiri. 
  2. Rusak anak oleh menantu. Orang yang kita kasihi, tega merusak harta yang kita berikan atau percayakan kepadanya.
  3. Rupa ketan ditanak berderai. Nampak pandai dan pemberani namun sesungguhnya dia adalah pengecut. 
  4. Retak-retak bulu ayam. Perselisihan yang bisa didamaikan.
  5. Rezeki elang tidak akan didapatkan oleh burung pipit. Masing-masing orang mempunyai rejekinya masing-masing.
  6. Rumah gedung bersendi perak. Seorang bangsawan dan juga hartawan.
  7. Ringan tulang berat perut. Rela bekerja berat asalkan kebutuhannya bisa tercukupi.
  8. Rugi menentang laba, jerih menentang boleh. Biarlah bersusah-susah terlebih dahulu, asalkan maksud dan tujuannya bisa tercapai. 
  9. Rumah besar bersendi batu, atap ijuk perabung upih. Sesuatu yang bagus namun memiliki sedikit kekurangan hingga bisa mengurangi kebaikannya.
  10. Rumah buruk disapu cat. Orang tua yang masih suka berdandan molek.

S
  1. Sauk air mandikan diri. Mengerjakan pekerjaan seorang diri tanpa dibantu oleh siapapun. 
  2. Sambil berdendang biduk hilir. Dapat menyelesaikan dua pekerjaan sekaligus
  3. Saling berpangkal, kerja berjunjung. Setiap melakukan pekerjaan selayaknya memiliki pemimpin yang ahli atau bisa mengkoordinir, sehingga akan mendapatkan hasil yang maksimal.
  4. Sambil berdiang nasi masak. Mampu melaksanakan dua jenis tugas dalam waktu yang bersamaan.
  5. Satu sangkar dua burung. Dua perempuan yang menghendaki seorang lelaki.
  6. Samun berdarah tangan. Masalah baru dapat diselesaikan ( diputuskan ) jika sudah ada keterangan ( bukti dan saksi ) yang bisa menguatkan. 
  7. Sebelum ajal, berpantang mati. Tidak akan mati sebelum hari yang ditakdirkan Tuhan untuk dirinya.
  8. Sebagai pancang diguncang arus. Seorang yang pendiriannya mudah berubah-ubah.
  9. Sebagai dawat dengan kertas. Pasangan yang serasi ( cocok )
  10. Sebagai kunyit dengan kapur. Dua atau beberapa hal yang cepat lagi mudah bergabung.
T
  1. Tangga berayun kaki. Membuang kehidupan yang sudah enak.
  2. Tampak ijuk tak bersagar, lunak tak berbatu. Seorang yang dapat diperlakukan semau-maunya. Karena dia sudah tidak memiliki keluarga yang bisa melindunginya. 
  3. Tangan singkat hendak mengulur. Tidak mempunyai kesanggupan namun berniat menolong.
  4. Tampak gabak di hulu. Terdapat tanda-tanda akan terjadi sesuatu. 
  5. Telah berasap hidungnya. Setelah lama menanggung kerugian tiba akhirnya mendapat keuntungan.
  6. Telaga mencari timba. Perempuan yang mencari ( mendatangi ) lelaki.
  7. Tebu setuntung masuk ke dalam geraham gajah. Pemberian yang sedikit bagi orang kaya, tentu tidak ada artinya bagi orang kaya tersebut.
  8. Tapai rusak karena ragi. Akibat kurang persiapan dan kurang kehati-hatian dalam melaksanakan suatu pekerjaan, maka kegagalan akan didapatkannya.
  9. Tarik muka dua belas. Seseorang yang nampak kesal lagi kecewa sekali dengan sesuatu yang sedang dihadapinya.
  10. Taruh beras ke dalam padi. Hendaknya rapat-raapat dalam menyimpan rahasia. Jangan sampai rahasianya dibuka.
U
  1. Ujung hilang pangkal terbenam. Keuntungan yang diharapkan tidak tercapai. Malah modalnya semakin berkurang
  2. Ulam mencari sambal. Perempuan mencari lelaki. 
  3. Ular bukan, ikanpun bukan. Belum bisa dipastikan dengan tepat. Apakah itu orang baik atau orang jahat.
  4. Untung melambung malah menimpa. Tidak putus-putusnya terkena musibah
  5. Upah lalu bandar tak masuk. Suatu pekerjaan yang tidak mendatangkan hasil sama sekali
  6. Umur setahun jagung. Orang yang masih sangat muda dan belum mempunyai pengalaman. 
  7. Ular menyusur akar. Meskipun sudah merendahkan diri namun tidaklah turun derajatnya.
  8. Untung ada tuah tiada. Orang yang kaya raya namun hatinya susah.
  9. Untung sabut timbul, untung batu tenggelam. Pasrah dalam melakukan suatu pekerjaan. Dapat untung boleh, mengalami kerugian juga tidak apa-apa. 
  10. Untung sebanyak bulu. Dapat untung yang banyak sekali. 
Y
  1. Yang tua dimuliakan, yang muda dihormati. Seseorang yang pandai menyesuaikan diri 
  2. Yang telah berlalu tidaklah mungkin untuk ditiadakan. Segala perbuatan pasti ada tanggung jawab dan resikonya.
  3. Yang teguh disokong, yang rebah ditindih. Perbuatan yang tidaklah baik. Membantu orang yang sudah mampu, dan menekan orang yang lemah.
  4. Yang sejengkal tidak akan mungkin menjadi sehasta. Meskipun masih bayi, namun apabila takdir sudah menghendaki dia mati, maka kepastian itu tidak dapat dirubah kembali. 
  5. Yang bungkuk juga dimakan sarung. Yang bersalah juga yang akan menanggung dosanya. 
  6. Yang elok budi, yang indah bahasa. Sungguh baik ucapan, juga perilakunya.
  7. Yang gugur sebelum berkembang. Pejuang yang telah kalah di tengah jalan
  8. Yang pekak pelepas bedil, yang buta pengembus lesung, yang lumpuh penghalau ayam. Setiap orang memiliki kelebihan masing-masing.
  9. Yang mahal adalah budi, emas dapatlah dibeli. Budi pekerti yang baik akan dapat meninggalkan kesan. Sedangkan harta kekayaan hanya datang dan pergi.
  10. Yang dijolok tiada jatuh, penjolok tinggal di atas. Orang yang dipanggil tidak datang. Orang yang memanggil malah pergi. 
Z
  1. Zaman beralih, musim bertukar. Sesuatu itu sebaiknya disesuaikan dengan zamannya.
  2. Zaman lalu janganlah dilupakan karena berguna. Hendaknya selalu ingat akan masa lalu sebagai pengalaman berharga untuk menghadapi masa depan.
  3. Zaman sudah beralih jauh. Sudah kuno / usang.  

Baca juga : 


Itulah kurang lebih 200 contoh peribahasa dalam bahasa Indonesia lengkap dengan artinya yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.  

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar