Mujizat doa novena tiga salam maria, kesaksian nyata dalam hidup saya

Salam sejahtera sahabat-sahabatku semua yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Di kesempatan kali ini, saya akan berbagi sebuah kesaksian hidup, yakni sebuah kesaksian tentang mujizat doa novena 3 salam Maria yang hampir tidak pernah gagal dan telah merubah kehidupan saya. Alasan mengapa saya menulis di blog ini tentu saja ingin membagikan pengalaman hidup saya, yang tentunya akan menguatkan keimanan kita bersama serta menguatkan harapan melalui doa-doa yang kita daraskan kepada Yesus Kristus melalui perantaraan Santa Perawan Maria Bunda Allah.

Mujizat doa novena tiga salam maria

Yang menjadi catatan ketika melakukan doa Novena 3 Salam Maria adalah, kita tidak meminta Santa Perawan Maria, Bunda Kristus untuk mengabulkan permohonan kita, melainkan meminta beliau untuk mendoakan kita dan mengantarkan doa-doa kita kepada Kristus putranya, agar nantinya doa-doa kita dikabulkan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri. Hal ini supaya kita tidak salah memaknai doa novena 3 Salam Maria. Dikarenakan masih banyak yang beranggapan dan meminta Bunda untuk mengabulkan doa-doa kita. Tentu kita masih ingat ketika Yesus Kristus melakukan karya kesalamatan dengan melakukan mujizat yang pertama kalinya saat menghadiri pesta perkawinan di Kana. Dalam hal ini peran Bunda Maria sangatlah besar. Dimana pada waktu itu Yesus sendiri mengatakan belum waktunya bagi Dia untuk memulai karya keselamatan dan melakukan mujizat, namun karena permintaan dari Bunda Maria, akhirnya Yesus melakukan mujizatnya untuk yang pertama kali yakni merubah air menjadi anggur. 

Asal mula saya mengenal Doa Novena 3 Salam Maria

Meskipun saya berasal dari keluarga Katolik dan dibaptis Katolik sejak kecil, namun jujur saya baru mengenal doa ini ketika umur saya 15 tahun ketika saya mengikuti salah satu kegiatan Mudika ( Saat itu masih Mudika sebelum berubah menjadi OMK ). Memang keluarga saya mengajarkan saya iman Katolik dan kamipun setiap kali berdoa bersama, terlebih ketika akan makan malam bersama dan saat doa Rosario. Namun khusus untuk doa Novena 3 Salam Maria justru yang mengenalkannya adalah rekan saya saat saya mengikuti kegiatan Mudika. 

Pada saat itu, di Yogyakarta terjadi gempa yang mana dampaknya juga dirasakan sampai di daerah Klaten tempat tinggal saya tepatnya di wilayah Kecamatan Gantiwarno. Beberapa gereja di Klaten terkena dampaknya, salah satunya adalah Gereja Katolik Dalem yang pada waktu itu mengalami kerusakan parah. Beberapa rumah umat Katolik juga luluh lantak terkena gempa. Kekhawatiran kami bertambah karena pada waktu itu masih saja terdapat gempa susulan yang sering terjadi baik itu siang maupun tengah malam. Saya bersama rekan-rekan mudika yang prihatin akan bencana ini, sering berkumpul bersama, memikirkan bagaimana mencari bantuan untuk korban gempa yang bisa kita himpun melalui jejaring rekan kami di tempat rantau. Selain mencari bantuan dana, salah satu dari kami mempunyai usul untuk melakukan doa novena 3 Salam Maria tepat di tengah malam. Karena seringkali gempa susulan, tujuan kami melakukan Doa Novena 3 salam Maria juga sebagai pengingat agar kami berjaga-jaga di tengah malam jika sewaktu-waktu gempa susulan tiba. Setiap tengah malam kita membunyikan alarm di ponsel, seringkali kita juga melakukan miscall kepada rekan-rekan satu dengan yang lainnya dengan tujuan mengingatkannya untuk berdoa. Hal yang sangat sederhana, namun bagi saya, hal itu sangat luar biasa dan saya sangat bersyukur bisa mengenal rekan-rekan Mudika yang mana membentuk jati diri saya di usia saya yang pada waktu itu belasan tahun untuk menjadi pribadi yang takut akan Allah dan mengandalkan Allah dalam setiap persoalan hidup ini.

Mujizat doa novena tiga salam maria, kesaksian nyata dalam hidup saya 

Dari perkenalan itulah saya mengandalkan doa Novena 3 Salam Maria di saat mengalami kesulitan dalam hidup ini. Ada setidaknya 4 pengalaman dan kesulitan hidup yang akan saya sampaikan. Semoga pembaca blog ini tidak bosan untuk membacanya.

1. Mujizat doa Novena Tiga Salam Maria pertama. Saat mengalami sakit demam tinggi dan tidak diketahui penyebabnya.

10 hari sebelum Ujian Nasional SMA, saya mengalami sakit demam tinggi yang pada saat itu belum diketahui penyebabnya. Demam berlangsung sampai beberapa hari dan terjadi setiap malam. Demam hingga mencapai suhu 39,5-39,8 C dan itu sangat mengganggu persiapan saya belajar untuk bisa mengikuti Ujian Nasional. Saya tidak bisa belajar maksimal karena rasa pusing yang sangat mengganggu, dan apabila tetap dipaksakan akan sangat percuma karena saya tidak bisa memahami materi yang saya baca. Kecurigaan keluarga kami pada waktu itu saya mengalami Demam Berdarah karena di hari ketiga demam juga tidak kunjung turun, namun dari hasil pemeriksaan laboratorium angka trombosit masih dalam batas aman yakni berada di angka 179. Demam berlangsung sampai dengan hari ke V, di hari itu badan saya muncul bercak-bercak kemerahan seperti "petekie" layaknya orang terkena demam berdarah. Sayapun melakukan pemeriksaan laborat, salah satunya adalah pemeriksaan Igm Thypoid untuk mengetahui adanya infeksi Thypoid atau tidak. Selain itu, saya juga melakukan pemeriksaan darah rutin. Dari kedua pemeriksaan tersebut didapatkan semuanya normal. Sayapun tak habis pikir, entah sakit apa yang saya alami. Menurut dokter yang memeriksa saya itu bisa dikarenakan karena infeksi virus, namun virus jenis apa beliau tidak bisa mengetahuinya karena di daerah tropis banyak sekali virus dan medis tidak bisa mengidentifikasikannya satu persatu. Saya hanya dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh saya dengan istirahat di rumah dan mengkonsumsi multivitamin. 

Di tengah kekhawatiran saya akan Ujian Nasional yang sebentar lagi akan saya ikuti, dan sakit demam yang tak kunjung sembuh. Saya ingat akan doa novena 3 Salam Maria yang dahulu sering saya lakukan saat saya bersama Mudika di wilayah saya. Buku-buku rohani yang berada di meja belajar sayapun saya buka, Puji Tuhan, buku doa Novena kecil yang saya beli waktu ziarah di Goa Maria Ambarawa Kerep masih ada. Sejak malam itu juga saya mendaraskan doa-doa saya kepada Bunda Maria, memohon melalui perantaraannya saya bisa segera beroleh kesembuhan. Agar nantinya saya bisa mengikuti Ujian Nasional yang sebentar lagi diselenggarakan. Setiap malam sebelum tidur, di tengah demam yang tinggi, saya menyempatkan waktu untuk mengambil sikap hening, dan berdoa Novena 3 Salam Maria seraya memohon kesembuhan. Malam itupun, menurut Ibu saya, saya sempat mengigau karena  badan saya lagi-lagi mengalami demam tinggi, padahal sebelum tidur saya sudah minum paracetamol tablet serta isprinol. Pagi hari setelah itu Tuhan memberikan mujizat dalam hidup saya, pada waktu itu tepat hari keempat saya berdoa novena. Entah bagaimana hal itu terjadi, saya tidak mengalami demam, dan badan saya sangat nyaman seakan saya tidak mengalami sakit akhir-akhir ini. Namun hal itu tidak lantas membuat saya senang, karena saya masih takut bila sewaktu-waktu demam terjadi. Tetapi setelah itu, saya tidak mengalami demam lagi, tepat dua hari sebelum Ujian Nasional. Pada akhirnya saya bisa mengikuti Ujian Nasional dengan lancar, dan dapat kuliah di tempat yang sesuai dengan keinginan saya. Saya percaya, bahwa semua hal yang terjadi adalah berkat Doa Novena 3 Salam Maria yang saya daraskan saat saya mengalami kondisi sakit.


2. Mujizat doa Novena Tiga Salam Maria kedua, mujizat yang dialami oleh Ibu saya.

Mungkin ini bukan menjadi pengalaman saya, melainkan pengalaman yang dialami oleh Ibu saya. Pertengahan tahun 2016 jika saya tidak salah. Keluarga saya mengalami kasus kehilangan perhiasan emas. Jumlahnya tidak sedikit, beberapa kalung emas serta cincin raib entah siapa yang mengambil. Jika di total mungkin saja perhiasan yang diambil bernilai kurang lebih 7 jutaan rupiah. Jumlah yang tidak sedikit bagi keluarga saya. Saat itu, keluarga saya memang tidak memberitahukan saudara meskipun berdekatan, apalagi tetangga. Karena ditakutkan hal itu malah menjadi rumor yang tidak baik di lingkungan tempat tinggal kami. Sayapun sebagai anak tertua, mencoba mencari jalan keluar untuk memecahkan persoalan tersebut salah satunya ingin mencari "orang pintar" yang bisa kami mintai petunjuk. Di tengah kesedihan yang dialami oleh Ibu saya, sayapun mengutarakan maksud untuk mencari orang pintar, siapa tahu dengan jalan itu, perhiasan bisa ditemukan kembali.

Namun, usul saya untuk mencari orang pintar ditentang oleh Ibu saya. Beliau berkata " Aku ki isih nduwe Gusti Yesus, mosok to aku percoyo barang koyo ngono " bila diatikan dalam bahasa Indonesia kira-kira bunyinya seperti ini " Saya masih punya Tuhan Yesus, masak saya percaya dengan hal seperti itu ". Saya coba menjelaskan bahwa pertolongan Tuhan bisa datang dari siapa saja, salah satunya melalui "orang pintar" yang menurut saya, mereka diberi kelebihan oleh Tuhan untuk membantu yang membutuhkan. Namun argumen saya agaknya tidak cukup menguatkan alasan saya untuk mencari pertolongan dari orang lain. Ibu saya memilih untuk berdoa Novena 3 Salam Maria, meminta petunjuk dari Tuhan Yesus untuk membantu persoalan yang sedang kami hadapi. Ibu saya memang tergolong orang taat berdoa. Setiap hari di jam-jam tertentu beliau melakukan devosi kerahiman ilahi yang sudah beliau lakukan bertahun-tahun. Padahal awalnya Ibu saya bukanlah penganut agama Katolik sejak kecil. Ibu saya menjadi anggota gereja Katolik da dibaptis pada usia 20 tahun serta memulai belajar agama Katolik dari nol.   

Mujizat doa novena tiga salam maria
Tetesan lilin mirip Bunda Maria membawa bayi Yesus
Pada saat sore hari sekitar jam setengah 4, ketika saya berada di kamar dan Ibu saya sedang devosi kerahiman ilahi. Ibu saya berteriak dari kamar doa yang berada di tengah-tengah rumah kami. Beliau memanggil saya dan menunjukkan tangan ke arah kandelar yang pada saat itu lilin di atasnya masih menyala. Dia menunjukkan tetesan lilin yang mengeras dan jatuh di bawah kandelar. Dia berbicara demikian " Le, lilin iki menurutmu bentuke koyo opo ?" Saya mencoba mengamati tetesan lilin yang sudah mengeras dan jatuh di bawah kandelar tersebut. " Mirip Bunda Maria membawa bayi Yesus nggih Bu " sahutku.  Kita berdua sama-sama memiliki persepsi yang sama mengenai bentuk dari tetesan lilin tersebut. Tetesan lilin itu jatuh begitu saja, padahal selama ini, lelehan lilin biasanya membentuk alur yang panjang hingga mencapai bawah kandelar tanpa bisa putus dan harus kita yang memisahkannya dari kandelar untuk sekedar bisa membersihkannya. Ibu saya percaya bahwa hal tersebut adalah jawaban dari ketekunannya berdoa novena dan doa kerahiman ilahi yang beliau daraskan selama ini. Tidak berhenti sampai disitu saja, dengan cara yang ajaib dan diluar akal sehat, perhiasan yang dulunya hilang berhasil kembali ke keluarga kami. Namun saya tidak akan menceritakan bagaimana perhiasan itu bisa kembali ke keluarga kami, karena hal itu saya rasa cukup tabu untuk saya sampaikan.

3. Mujizat ketiga, saya diterima kerja di dekat dengan tempat tinggal saya.

Sudah menjadi rencana saya ketika selesai kuliah, saya ingin mencari pekerjaan dan bekerja di dekat dengan tempat tinggal saya. Saya sendiri merupakan lulusan Diploma III keperawatan yang pada waktu itu sudah menyelesaikan studi di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Mungkin berbeda dengan rekan-rekan lainnya yang memilih untuk merantau, keluar dari Yogyakarta dan mencari pengalaman baru. Saya lebih memilih bekerja di dekat dengan rumah, alasannya sederhana, bisa dekat dengan orang tua dan merawatnya serta bisa mendampingi adek saya yang masih sekolah di bangku SMP. Kebetulan di Yogyakarta terdapat banyak Rumah Sakit Swasta. Namun saya hanya menginginkan bekerja di salah satu Rumah Sakit Katolik yang cukup ternama di wilayah itu. Menurut informasi yang saya peroleh, cukup susah untuk diterima di Rumah Sakit tersebut dikarenakan merupakan salah satu Rumah Sakit favorit yang mempunyai standard tinggi dan cukup memiliki nama baik.

Sayapun memasukkan lamaran kerja bersama dengan beberapa rekan saya. Bersama dengan ketiga orang rekan saya yang pada saat itu juga memasukkan lamaran kerja. Saya mengajak mereka untuk berziarah ke Goa Maria Sendangsono yang berada di wilayah Kulonprogo Yogyakarta. Sudah menjadi kebiasaan kami saat kuliah, kami melakukan ziarah di tengah malam dan tidur di Goa Maria sampai pagi hari. Bersamaan dengan itulah kami memulai Doa Novena 3 salam maria untuk yang pertama kali, khususnya permohonan agar kami diterima di rumah sakit yang menjadi harapan kami bekerja kelak.  Sejak saat itu, di rumah kami masing-masing kami mendaraskan doa Novena 3 Salam Maria. Rekan saya Bona sesekali berpuasa dan laku prihatin denga harapan agar dia diterima bekerja. Puji Tuhan, tidak sampai 2 Minggu kami menunggu, kami menerima panggilan untuk wawancara kerja. Saya bersama ketiga orang rekan saya berhasil bekerja di tempat yang kami harapkan. Dan saat ini kami telah diterima sebagai karyawan tetap. Saya percaya itu semua adalah buah dari permohonan kami melalui Novena 3 Salam Maria. 


Itulah beberapa Mujizat doa Novena Tiga Salam Maria dalam kehidupan saya. Masih ada beberapa pengalaman lain tentang mujizat-mujizat yang Tuhan perbuat dalam kehidupan saya dan akan saya ceritakan di artikel saya yang lain. Bagi rekan-rekan yang saat ini sedang mengalami kesusahan, jangan ragu untuk berdoa Novena tiga salam Maria. Dan jangan ragu untuk memberi kesaksian mengenai doa ini kepada orang lain. Sebagai ungkapan syukur kita akan permohonan-permohonan yang telah dikabulkan melalui perantaraan Santa Perawan Maria. Salam. Berkah Dalem. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mujizat doa novena tiga salam maria, kesaksian nyata dalam hidup saya "

Post a Comment