Jumat, 18 Agustus 2017

hampir kena tilang akibat menunda servise motor

Maunya sedikit ngirit dengan sedikit menunda servise motor serta menanti waktu yang tepat untuk servise, tapi akhirnya malah hampir kena tilang. Itulah kejadian yang saya alami beberapa waktu ini. Kendaraan yang saya pakai sehari-hari untuk bekerja, beberapa waktu yang lalu mengalami masalah yang bagi saya itu adalah masalah yang cukup sepele. Jadi begini, saya mempunyai motor yang sudah hampir 6 tahun saya pakai untuk bekerja, beberapa waktu lalu aki pada kendaraan tersebut mengalami penurunan daya. Biasalah kendaraan jaman sekarang yang menggunakan aki kering. Menurut pengalaman saya penggunaannya lebih cepat rusak dibandingkan dengan aki basah. Hampir dipastikan satu setengah tahun sekali saya mengganti aki karena mengalami penurunan daya atau tidak berfungsi sama sekali. 

menunda servise motor


Pagi hari ketika saya ingin berangkat bekerja, saya sudah merasa ada perubahan ketika menyalakan motor. Hal itu terlihat dari nyala lampu indikator posisi netral yang agak redup tidak seperti biasanya. Pikir saya pasti akinya sudah mulai bermasalah karena pengalaman menggunakan aki kering tidak bertahan sampai 2 tahun lamanya dan saya mengganti aki sudah hampir 1 setengah tahun lebih. Saya berencana untuk "memending" penggantian aki karena beberapa alasan. Pada saat pulang kerja pun saya tidak langsung membawa ke bengkel servise karena pada waktu itu bengkel hampir tutup, selain itu saya lebih mementingkan alokasi dana guna menservise kendaraan istri terlebih dahulu karena pada waktu yang sama, motor yang dia pakai juga mengalami beberapa masalah. Pikir saya, tak apalah saya pakai motor tersebut meskipun dengan kondisi daya aki yang menurun, toh masih bisa digunakan untuk menyalakan lampu sein, klakson dan stater  ( dengan agak sedikit memaksa ). Saya baru berencana membawanya ke bengkel ketika hari libur tiba bertepatan dengan jadwal mengganti oli mesin yakni sebulan sekali.

Beberapa hari saya mengendarai motor saya seperti biasa tanpa ada masalah. Sampai suatu hari saat saya berangkat bekerja dan pada saat berhenti di sebuah traffighlight, seorang polisi tampak mengamati saya. Sayapun agak sedikit bingung karena saya rasa, saya tidak melanggar rambu lalu lintas dan kendaraan yang saya pakai dalam kondisi yang lengkap dalam artian menggunakan spion lengkap dan saya sudah menyalakan lampu utama. Setelah lampu berwarna hijau polisi tersebut langsung memberhentikan saya dengan meniup peluit yang dia bawa. Setelah memberhentikan motor, oleh Pak Polisi saya diminta untuk menunjukkan surat-surat kelengkapan kendaraan bermotor saya. Setelah selesai mengecek kelengkapan surat-surat tersebut, saya diberitahukan kesalahan yang saya perbuat yakni tidak menyalakan lampu utama motor yang saya kendarai. Saya baru menyadari hal itu, dan mencoba menjelaskan kepada Pak Polisi bahwa saya telah menyalakan lampu utama.

Memang karena aki motor saya bermasalah nyala lampu utama tidak cukup terang seperti biasanya, apalagi saat berhenti atau pada saat kecepatan motor rendah di siang hari, dipastikan nyala lampu utama tidak terlihat. Pak Polisi tersebut tidak percaya dengan alasan saya, saya mencoba meyakinkannya dengan menghidupkan motor, menarik gas, membunyikan klakson yang berbunyi lirih serta memperlihatkan lampu motor saya yang menyala, barulah polisi tersebut percaya bahwa saya telah menyalakan lampu utama. Oleh polisi saya tidak dikenakan denda dan diperbolehkan untuk jalan dengan catatan segera memperbaiki kerusakan pada motor saya. Duhh...gara-gara menunda servise motor hampir saja kena apes.

Kamis, 17 Agustus 2017

tetap konsisten, kesulitan utama seorang blogger pemula

Jika ditanya, apa sih kesulitan utama dari seorang blogger pemula ? Mencari ide ? Membuat artikel yang SEO ? Memilih template ? Membuat desain blog agar lebih menarik ? atau.....sulit untuk tetap konsisten menghasilkan konten. Bagi saya seorang blogger pemula, konsisten untuk menghasilkan konten itu jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan membuat blog atau sekedar memilih template. Untuk membuat blog kita mungkin hanya memerlukan waktu beberapa jam saja. Bagi yang lihai utak-atik kode html, untuk mempercantik tampilan sebuah blog saya rasa tidak akan banyak menemukan kendala. Lagipula saat ini banyak sekali tutorial cara mengedit template, menambah widget disana-sini agar tampilan blog jadi tambah menarik. Untuk bisa mendapatkan desain blog yang menarik, saat ini juga semakin mudah berkat banyaknya penyedia template baik itu yang gratis atau premium yang bisa dengan mudah kita download.

pentingnya konsistensi ngeblog


Namun apakah sebuah blog hanya berisikan halaman kosong tanpa konten ? apakah sebuah blog hanya berupa alamat URL belaka? tentu saja tidak. Dalam sebuah blog tentu saja harus ada konten yang berisikan informasi yang disajikan oleh admin, baik itu pengalaman penulis, tutorial ataupun informasi lain dengan harapan dapat memberikan tambahan wawasan bagi pembaca. Apabila kita "belum" bisa memberikan tambahan wawasan yang berguna bagi pembaca, setidaknya kita bisa meningkatkan kreatifitas kita dalam menulis, sebagai contoh menulis opini kita terhadap isu yang ada di masyarakat. Toh semakin banyak berlatih, semakin banyak membaca, lama kelamaan kemampuan menulis kita akan semakin baik.

Nah, untuk bisa mendatangkan traffict, untuk bisa membangun "personal branding" bagi yang memiliki blog personal tentu saja harus bisa konsisten menghasilkan konten. Ya namanya hobi, bukan sebuah kewajiban, jika ada waktu senggang tentu saja kita bisa membuat sebuah artikel yang panjang dan menarik ( bahkan satu hari bisa beberapa artikel ) namun apabila kita tidak memiliki waktu luang, misal karena pekerjaan atau karena kesibukan lain, untuk bisa menghasilkan sebuah artikel saja susahnya minta ampun, apalagi untuk konsisten menghasilkan artikel guna postingan blog. Oleh karenanya konsistensi itu merupakan sebuah hal yang patut kita "perjuangkan". Saya banyak belajar dari blogger-blogger sukses bahwa untuk mendapatkan kesuksesan mereka butuh proses yang panjang dengan tetap menjaga konsistensi mereka dengan tidak mengesampingkan isi artikel serta cara monetisasi blog.

Ada banyak cara yang saya pelajari dari blogger-blogger senior tentang bagaimana agar tetap konsisten menghasilkan konten, bagaimana agar blog update artikel dapat terjadwal serta yang paling penting, bagaimana agar tidak mudah kehilangan motivasi dengan membaca kisah-kisah sukses mereka ( semoga saya bisa mengaplikasikannya ). Lantas bagaimana dengan anda? mau bersama-sama belajar konsisten untuk terus ngeblog ???

Senin, 14 Agustus 2017

nasib tinggal di desa, belum terjangkau sinyal 4G

Perkembangan teknologi nirkabel khususnya jaringan telepon selular saat ini sudah masuk generasi keempat dengan dihadirkannya sistem 4G yang sudah beberapa waktu lalu gencar dipromosikan oleh beberapa provider telepon selular. Setelah sebelumnya kita menikmati sistem High-Speed Downlink Packet Access atau disingkat (HSDPA), teknologi 4G menawarkan berbagai macam kelebihan dibandingkan dengan generasi sebelumnya, salah satunya adalah, kemampuan teknologi ini dalam menghasilkan kecepatan akses sampai dengan 100 mb/detik. 


 sinyal 4G di desa
Ilustrasi mencari sinyal


Selain itu, teknologi 4G menawarkan berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau. Tak ayal sejak saat itulah beberapa perusahaan telepon selular mulai memproduksi produk yang support untuk mendukung layanan 4G. Hal itu  juga yang mendorong beberapa provider telepon selular di tanah air mulai gencar mempromosikan layanan mereka berbasis 4G dengan mengeluarkan paket data yang harga belinya jauh lebih terjangkau.

Bayangkan saja, dahulu paket data 2 gb dijual dengan harga kisaran 50 ribu rupiah. Saat ini paketan 65 ribu kita sudah dapat 2 gb kuota lokal, 4 gb kuota 4G ditambah lagi dengan bonus kuota untuk video streaming. Memang khususnya di daerah perkotaan, dengan adanya sinyal 4G memberikan perubahan yang cukup besar. Layanan akses internet yang diberikan menjadi lebih cepat, aktifitas browsing maupun download menjadi lebih lancar.

Namun kehadiran teknologi 4G belum sepenuhnya dirasakan oleh konsumen pengguna layanan telepon selular. Kuota 4G yang ada dalam paketan internet seringkali terbuang begitu saja seiring dengan habisnya masa aktif kartu. Hal itu tidak lain karena belum adanya jaringan 4G yang menjangkau ke daerah-daerah terutama di desa atau pinggiran kota sekalipun. Sama halnya dengan yang saya alami di daerah tempat tinggal saya, nasib tinggal di desa yang jauh dari kawasan perkotaan, bisa mendapatkan sinyal HSDPA saja sudah sangat bersyukur, apalagi mendapatkan sinyal 4G. Sebenarnya sangat disayangkan apabila kuota 4G terbuang sia-sia karena masa aktif kartu habis, dan sangat disayangkan pula provider telepon selular tidak menyediakan kuota lokal saja. Kalau terus terusan seperti ini, tetap saja to, konsumen yang dirugikan. 

susahnya mendapatkan STR, susahnya mendapatkan pekerjaan

Sejak pertama saya membuat artikel tentang syarat-syarat untuk mengurus STR beberapa pesan masuk ke email saya. Sebagian besar menanyakan berapa lama STR yang telah mereka urus bisa jadi. Saya bisa memaklumi mereka. Sebagian yang mengirim email kepada saya adalah lulusan baru dan sangat berharap STR yang telah mereka urus bisa segera dikeluarkan oleh MTKI guna melengkapi persyaratan melamar pekerjaan.



Beruntungnya saya, saya adalah perawat lulusan tahun 2011 dimana pada saat itu perawat hanya diwajibkan untuk memiliki SIP atau Surat Ijin Perawat. Baru setelah tahun 2012 STR digunakan untuk menggantikan SIP dan angkatan kami hanya melakukan pemutihan saja. Dalam prosesnya untuk bisa mendapatkan sebuah STR rekan-rekan lulusan baru harus rela menunggu dalam waktu yang cukup lama. Mungkin 4-6 bulan lamanya. Dalam rentang waktu itu, lulusan baru sedang sibuk-sibuknya melamar pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah. Sebagian besar rumah sakit mewajibkan calon tenaga kerja harus memiliki STR. Hal ini membuat sebagian besar lulusan baru harus tereliminasi karena tidak bisa melampirkan STR. Memang, kita bisa saja meminta surat dari MTKP yang menyatakan bahwa kita sedang dalam tahap mengurus STR namun beberapa rumah sakit tidak bisa menerimanya.

Saat ini MTKI telah memfasilitasi pembuatan STR secara online, anda bisa mengaksesnya di website resmi MTKI. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan tenaga kesehatan bisa lebih mudah dalam mengurus serta mendapatkan STR. Namun pada prakteknya, dalam pembuatan STR secara online ini banyak menemukan kendala. Salah satunya adalah kurangnya koordinasi antara MTKP Propinsi dengan pembuat STR, kesalahan sistem yang masih saja sering terjadi serta tidak adanya pemandu layaknya fasilitas Live Chat ke Customers Servise apabila pengunjung website mengalami kendala atau kesulitan. Akibatnya, banyak yang lebih memilih mengurus STR secara manual di kantor PPNI Propinsi dibandingkan dengan cara online.

Dengan adanya kewajiban bahwa tenaga kesehatan harus memiliki STR sebagai surat tanda legalitasnya dalam menjalankan praktek kesehatan wajib kita syukuri bersama. Namun harapannya, sistem yang ada dapat segera diperbaiki, sehingga proses pembuatan STR bisa lebih cepat dan sistemastis. Jangan sampai para pencari kerja terkena imbas dari kebijakan yang ada, dari sistem yang belum berjalan dengan baik.

Jumat, 11 Agustus 2017

cara mengurus kartu ATM BRI yang tertelan dan mengetahui penyebabnya

Cara mengurus kartu ATM yang tertelan. Ceritanya begini, beberapa hari yang lalu saya berniat mengambil uang di salah satu ATM BRI di daerah Klaten tempat tinggal saya. Mesin ATM BRI tersebut berada di sebuah minimarket yang cukup terkemuka. Saya sudah beberapa kali menggunakan mesin ATM itu, karena ATM itulah ATM yang paling dekat dengan rumah saya. Disamping itu saya sering berbelanja barang di minimarket tersebut selain berbelanja barang saya menggunakan layanan mesin ATM untuk mengambil uang guna keperluan bulanan.

cara mengurus kartu ATM tertelan


Seperti biasa saya tidak menaruh kecurigaan terhadap mesin ATM yang letaknya di pojokan minimarket. ATM BRI tersebut tidak terdapat keterangan bahwa mesin dalam keadaan rusak. Alangkah terkejutnya saya mendapati transaksi penarikan uang saya gagal dan kartu saya tidak bisa dikeluarkan dari mesin ATM. Meskipun saya sudah  mencoba beberapa kali mengeluarkan kartu ATM dari mesin dengan menekan tombol cancel namun usaha yang saya lakukan sia-sia.


Cara memblokir kartu atm yang tertelan


Saya lalu bertanya kepada salah satu penjaga kasir dari minimarket itu, menanyakan apakah mesin ATM BRI dalam kondisi rusak. Pihak kasir tidak mengetahui bahwa mesin ATM rusak dan menyarankan saya segera menghubungi call center bank penyedia layanan ATM guna memblokir kartu ATM BRI saya yang tertelan. Saya tidak langsung mengiyakan sarannya. Disisi lain salah seorang pembeli menyarankan saya untuk langsung ke bank BRI yang letaknya tidak jauh dari minimarket untuk memproses pemblokiran serta untuk mendapatkan solusi yang tepat terhadap kartu ATM saya yang tertelan. Memang bank BRI penyedia kartu ATM letaknya tidak jauh dari lokasi saya berada. Sayapun memilih alternatif yang kedua yakni langsung mendatangi bank pihak penyedia layanan ATM BRI yang saya gunakan.


Sampai di bank, saya langsung dilayani oleh seorang customer servise. Pada saat itu tidak banyak nasabah yang mengantri sehingga saya langsung mengutarakan permasalahan saya. Dari pihak bank menanyakan kronologi bisa tertelannya ATM dan meminta saya menyebutkan nomor rekening tabungan untuk memproses pemblokiran. Kebetulan saya menyimpan nomor rekening di catatan handphone karena saya sering melakukan transaksi online sehingga dengan menyimpan rekening di HP bisa saya gunakan sewaktu-waktu tanpa harus membuka buku tabungan. Namun setelah dicek ternyata nomor rekening saya tidak ditemukan karena kurang 1 digit. Saya menganjurkan petugas untuk melacak dari username, karena kondisi yang mendadak tidak memungkinkan saya harus bolak-balik rumah guna mengambil buku tabungan saya sekedar mengetahui no rekening yang saya gunakan. Tanpa harus mengetahui no rekening pihak bank bisa memblokir ATM kita dengan melacak menggunakan username kita. Memang kita diwajibkan bisa menunjukkan KTP dan menjawab pertanyaan konfirmasi yang diajukan oleh petugas bank. Pertanyaan yang diajukan oleh pihak bank untuk dapat memblokir ATM BRI kita adalah :


Nama ibu kandung. Apabila kita membuat rekening baru di bank salah satu kolom yang harus diisi adalah nama ibu kandung. Nah ternyata hal ini bertujuan untuk mengklarifikasi apabila pemilik dari rekening atau ATM mengalami hal-hal yang  tidak diinginkan misalnya buku tabungan hilang ataupun mengalami kejadian yang sifatnya mendesak seperti kerusakan ataupun kehilangan kartu ATM yang mengharuskan kita melakukan pemblokiran agar kartu ATM tersebut tidak disalahgunakan oleh orang lain.  Bila kita pemilik asli dari rekening tersebut otomatis kita akan mengetahui nama ibu kandung yang telah dicantumkan ketika pertama kali rekening dibuat. Oleh karenanya pada saat membuat rekening isilah  kolom informasi dengan sebenar-benarnya agar bila sewaktu-waktu kita mengalami keadaan darurat kita tidak kembali direpotkan dengan menyebutkan informasi yang salah.

Tempat pembuatan kartu ATM. Sama halnya dengan nama ibu kandung, tempat pembuatan kartu ATM juga ditanyakan oleh pihak bank pada saat kita ingin memblokir ATM kita. Hal itu bertujuan untuk membuktikan bahwa kita benar-benar pemilik asli dari kartu ATM yang akan diblokir. Jika kita benar-benar pemilik asli dari ATM maka kita tentu tidak akan mengalami kesulitan untuk menjawab pertanyaan dimana rekening kita dibuat.
   
Tidak beberapa lama kartu ATM BRI saya berhasil diblokir. Lantas bagaimana dengan nasib kartu ATM BRI saya yang berada di mesin ATM? Karena sudah diblokir kartu ATM yang masih berada di dalam mesin hanya sebuah kartu belaka tanpa bisa digunakan untuk transaksi. Pemblokiran kartu telah berhasil, saya menanyakan bagaimana proses penggantian kartu ATM saya, apakah langsung bisa diganti atau harus ada prosedur tertentu yang harus saya lakukan agar bisa memperoleh kartu ATM kembali. Nah berhubung saya melakukan pemblokiran di bank cabang kecamatan, pihak bank tidak bisa langsung mengganti kartu ATM saya yang diblokir. Pihak customer menganjurkan saya untuk membuat lagi kartu ATM ke bank pusat yang ada di kabupaten dengan memenuhi beberapa persyaratan diantaranya :

  1. Membawa buku tabungan
  2. Membawa bukti diri KTP / SIM         
  3. Membawa surat kehilangan dari kantor kepolisian

Syarat yang terakhir saya rasa cukup menyusahkan karena harus membuat surat kehilangan di kantor polisi. Saya memutuskan untuk mengurusnya keesokan harinya karena waktu itu sudah sore dan kemungkinan bank pusat juga akan segera tutup.

Keeseokan harinya saya ke bank BRI pusat di kota kabupaten dengan tidak membawa persyaratan yang terakhir. Ternyata untuk mendapatkan atau membuat kembali kartu ATM bisa langsung tanpa harus menyertakan surat kehilangan dari kantor polisi. Dengan 2 syarat diatas sudah cukup dan pihak bank akan membuatkan kita kartu ATM baru yang bisa kita gunakan. Pihak bank memberitahukan kepada saya penyebab kartu saya tidak bisa dikeluarkan. Beberapa penyebab kartu saya tertelan dan tidak bisa dikeluarkan diantaranya :


Penyebab kartu ATM tertelan


Adanya gangguan baik itu pada sistem ataupun pada mesin itu sendiri. Hal ini tidak bisa kita tanggulangi karena system ataupun mesin sewaktu-waktu bisa saja terjadi masalah. Oleh karenanya sebaiknya kita selalu menyediakan uang dalam jumlah yang cukup dan selalu menyediakan uang tunai sewaktu bepergian, terutama bila kita pergi jauh, jangan selalu mengandalkan layanan ATM.

Gangguan listrik mati  lampu atau terjadinya konsleting. Sama halnya dengan gangguan sistem. Tertelannya ATM karena mati lampu atau konsleting listrik juga dapat terjadi dan hal ini mungkin akan susah ditanggulangi atau dicegah sebelumnya. Ketika kita memasukkan kartu dan melakukan proses transaksi, tiba-tiba listrik mati siapa yang tahu?  Namun tertelannya kartu karena listrik mati jarang terjadi.

Kartu ATM tidak segera diambil setelah selesai transaksi. Ternyata mesin ATM sudah dirancang secara otomatis untuk menelan atau menyimpan kartu ATM kita apabila kartu tersebut tidak langsung diambil. Hal tersebut untuk mencegah kartu ATM disalahgunakan oleh orang lain apabila kita lupa mengambilnya setelah transaksi. Untuk rentang waktu berapa lama kita harus mengambil kartu ATM setelah selesai transaksi agar tidak tertelan, masing-masing mesin ATM mempunyai perbedaan.

Nah dari pengalaman saya bisa diambil kesimpulan bahwa untuk memblokir kartu ATM yang tertelan kita dapat menggunakan 2 cara yakni yang pertama dengan menghubungi call center pihak penyedia layanan ATM dan yang kedua adalah mendatangi langsung pihak bank penyedia layanan. Bila kita mengalami hal yang sama yakni mengalami kartu kita tertelan di mesin ATM ataupun mendapati kartu kita hilang namun di tempat yang jauh dari bank penyedia layanan ATM. Kita bisa menghubungi call center untuk segera memblokir kartu kita, sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya tindakan yang tidak diinginkan. Untuk memblokir kartu dengan menghubungi call centerpun juga tidak memerlukan waktu lama karena kita hanya menyebutkan nama kita dan mengkonfirmasi dengan jawaban beberapa pertanyaan yang diajukan oleh customer servise.


Untuk mengurus kembali  kartu ATM yang diblokir juga tidak memerlukan proses yang rumit, karena kita hanya tinggal menuliskan kronologi kejadian dan melengkapi syarat-syarat yang diperlukan sehingga kita dapat kembali memperoleh kartu ATM yang baru sebagai pengganti ATM yang tertelan.

Kasus tertelannya kartu ATM BRI ke dalam mesin sering terjadi, beberapa rekan kerja saya juga pernah mengalami hal yang serupa, oleh karenanya kita sebaiknya berhati-hati dan bijak dalam menggunakan ATM. Semoga artikel mengenai cara mengurus kartu ATM BRI dan cara memblokir kartu yang tertelan ini bermanfaat bagi kita semua. 


apa itu travel blogger dan apa keuntungannya menjadi seorang travel blogger ?

Bila beberapa tahun yang lalu dunia perbloggeran di Indonesia sebagian besar menyajikan tema-tema yang berisi tentang tutorial, saat ini muncul fenomena baru yakni banyaknya bermunculan blogger yang mengusung tema tentang kegiatan traveling. Blogger yang menyajikan tema traveling biasa kita menyebutnya sebagai "travel blogger". 


travel blogger
ilustrasi travel blogger


Saat ini, mungkin tidak terhitung lagi, berapa banyak travel blogger yang ada. Lambat laun dimungkinkan jumlahnya akan bertambah banyak. Tentu hal ini bisa memberikan dampak positif baik kepada blogger itu sendiri maupun kepada orang lain. Selain dapat meningkatkan animo masyarakat untuk gemar menulis, fenomena banyaknya travel blogger juga bisa memberikan dampak positif terhadap kemajuan bidang kepariwisataan. Kemunculan travel blogger bukan tanpa alasan. Adapun beberapa alasan dan keuntungan seseorang menjadi travel dapat anda ketahui sampai dengan artikel ini selesai.

Pengertian travel blogger : 

Sampai saat ini, tidak ada definisi pasti tentang travel blogger. Namun kita bisa mengetahui makna atau arti dari travel blogger dengan mencari arti kedua kata tersebut. Travel mempunyai arti perjalanan sedangkan blogger itu sendiri mempunyai pengertian seorang yang mempunyai berprofesi menulis di blog. Jadi apabila kedua kata ini digabungkan kita akan bisa mendefinisikan travel blogger sebagai seorang yang menuliskan perjalanannya pada blog yang dia kelola. 

Alasan mengapa semakin banyak bermunculan travel blogger
Fenomena banyaknya bermunculan travel blogger bukan tanpa alasan. Adapun beberapa alasan mengapa travel blogger menjadi trend diantaranya :

  1. Kegiatan traveling itu menyenangkan dan merupakan suatu kebutuhan. Percaya atau tidak bahwa traveling itu suatu kebutuhan?! Bila dalam sebulan penuh kegiatan anda dipenuhi dengan bekerja, maka tidak ada salahnya anda sesekali melakukan traveling serta menuliskan catatan perjalanan anda pada sebuah blog. Apakah bisa seorang karyawan menjadi seorang travel blogger? Tentu saja bisa, pasalnya beberapa travel blogger Indonesia yang terkenal adalah seorang pekerja yang bekerja pada instansi pemerintah dan beberapa bekerja di BUMN. Mereka bisa membagi waktu, kapan untuk bekerja dan kapan untuk liburan serta kapan untuk menulis kontent di blog yang mereka kelola.
  2. Fasilitas internet yang semakin hari semakin mudah didapatkan. Fasilitas internet saat ini sangat mudah kita dapatkan bahkan di desa-desa kecil sekalipun kita sudah dapat menikmati layanan internet dari beberapa provider telepon selular. Hal ini dapat memberikan kemudahan bagi seorang travel blogger untuk menuliskan kontent mereka disaat mereka bepergian mengunjungi tempat-tempat yang menjadi tujuan mereka berlibur.
  3. Semakin banyaknya tempat wisata baru. Dengan bermunculan destinasi wisata baru, tentu saja akan menambah keinginan seseorang untuk berekreasi dan mencari informasi. Oleh karenanya akan semakin banyak pula yang ingin menulis tentang tempat-tempat wisata tersebut dengan harapan supaya orang lain menjadi semakin mengetahui dan ingin mengunjungi tempat-tempat wisata tersebut.
  4. Semakin banyaknya komunitas wadah bagi travel blogger. Saat ini banyak sekali komunitas yang bisa menjadi wadah bagi seorang travel blogger, sebut saja idcorners Indonesia atau yang baru saja marak adalah GenPi ( Gerakan Pesona Indonesia ) yang dibentuk oleh dinas Pariwisata. Komunitas-komunitas yang ada seringkali mengadakan event yang bertujuan untuk mempromosikan wisata suatu daerah dengan mengundang beberapa travel blogger. Hal tersebut selain bisa mengenalkan potensi wisata suatu daerah juga bisa menjadi ajang bagi travel blogger untuk bekumpul dan bertukar informasi.
Lalu apa keuntungan menjadi seorang travel blogger : 
  1. Berkesempatan untuk bisa pergi ke tempat-tempat wisata baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. Kesempatan untuk bisa berkunjung ke tempat-tempat wisata sangat dimungkinkan apabila kita menjadi seorang travel blogger. Tidak hanya di dalam negeri saja, melainkan juga kesempatan untuk pergi ke luar negeri juga bisa kita dapatkan.
  2. Menyalurkan hobi menulis dan berpetualang. Bila kita mempunyai hobi menulis sekaligus berpetualang, kita bisa menyalurkan kedua hobi ini bersamaan melalui blog yang kita kelola. Cerita perjalanan kita tidak hanya dapat dinikmati oleh diri sendiri melainkan juga bisa dibaca oleh orang lain. 
  3. Kita bisa mendapatkan produk secara gratis. Banyak travel blogger yang mendapatkan job untuk mereview sebuah produk dan mendapatkan produk tersebut secara gratis. Produk-produk tersebut bisa saja produk yang berhubungan dan bermanfaat untuk kegiatan traveling seperti tas, sepatu ataupun produk lainnya seperti camera serta barang elektronik.
  4. Tidak hanya produk saja, kita bisa mendapatkan paket liburan secara gratis. Sebagai seorang travel blogger yang mempunyai reputasi baik, kita bisa melakukan negoisasi kepada travel agent ataupun kepada pihak hotel tempat kita menginap. Hal itu dilakukan dengan imbal balik, kita memberikan review kepada jasa penyedia layanan perjalanan ataupun kepada hotel tempat kita menginap. Dengan hal itu keduanya sama-sama mendapatkan keuntungan dari kerjasama yang terjalin diantara kedua belah pihak.
  5. Bisa bertemu dengan orang-orang terkenal. Berkesempatan untuk bisa bertemu dengan orang yang terkenal adalah salah satu keuntungan dari seorang travel blogger. Beberapa waktu yang lalu rekan saya seorang travel blogger berkesempatan bertemu dengan menteri pariwisata juga berkesempatan bertemu dengan menteri keuangan di salah satu acara yang diselenggarakan oleh dinas Pariwisata Jawa Tengah di Kota Semarang. Semua itu bisa didapatkan karena dia  adalah seorang travel blogger dan mempunyai reputasi baik.
  6. Mendapatkan kenalan baru. Seringkali seorang travel blogger bergabung dengan komunitas sesama travel blogger. Beberapa komunitas sering melakukan kopdar bersama untuk bisa menjalin keakraban sesama blogger. Di kesempatan itulah kita bisa mendapatkan kenalan baru, bisa berbagi cerita tentang perjalanan-perjalanan yang dialaminya serta bisa bertukar informasi lainnya. Ada pula yang sampai mendapatkan pacar dari kegiatan ini :D. Tertarik ??
  7. Menjadi terkenal. Beberapa travel blogger Indonesia seperti Chockysihombing, Wiranurmansyah, Winimarlina bisa terkenal karena menuliskan perjalanan mereka pada sebuah blog dan berhasil membangun sebuah personal branding. Dengan menjadi travel blogger dan membangun personal branding tidak mustahil kita bisa menjadi terkenal seperti mereka. Tentu hal ini tidak bisa dilakukan secara instan serta membutuhkan kerja keras. Tertarik mengikut ijejak mereka ?
Itulah sedikit ulasan mengapa saat ini travel blogger seakan menjadi trend. Masih banyak lagi manfaat menjadi seorang travel bogger yang tentu tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda

Selasa, 08 Agustus 2017

pengalaman membantu bekerja di perkebunan kelapa sawit

Sekedar berbagi pengalaman, saya mempunyai saudara yang bekerja di perkebunan kelapa sawit tepatnya di Kecamatan Meranti, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi. Beliau berasal dari Kabupaten Sragen Jawa Tengah dan sudah menetap di Jambi sejak tahun 1990. Pada waktu itu ada program transmigrasi yang diprakarsai oleh pemerintah pusat, nah saudara saya ini mengikuti program tersebut dan sejak saat itu pula menjadi penduduk Propinsi Jambi dan berprofesi sebagai petani sawit.

pengalaman bekerja di perkebunan kelapa sawit


Bagi saya yang lahir dan besar di tanah Jawa, saya belum pernah mempunyai pengalaman bekerja atau bahkan melihat kebun kelapa sawit secara langsung. Adanya hanyalah pohon kelapa sawit yang sering digunakan sebagai pohon perdu beberapa intansi pemerintahan di Kabupaten Klaten tempat tinggal saya. Saya sangat penasaran sekali akan perkebunan kelapa sawit dan melihatnya secara langsung serta ingin mengetahui kehidupan para petani kelapa sawit disana, hal itu dilatarbelakangi karena saya seringkali mendengar kisah sukses para pemilik perkebunan kelapa sawit yang berhasil menjadi jutawan dari hasil mereka menanam dan membudidayakan pohon yang diambil buahnya ini.

Kesempatan untuk pergi ke Jambi ke tempat saudara tidak saya sia-siakan begitu saja. Bermodalkan tiket pesawat promo dari penerbangan lokal, sayapun pergi ke Jambi dan menetap untuk beberapa waktu disana. Dari atas pesawat sudah bisa saya lihat, hamparan perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Saya hanya bisa melihat sedikit sekali area pemukiman penduduk dari atas ketinggian. Sungguh sangat berbanding terbalik dibandingkan dengan keadaan pulau Jawa yang apabila dilihat dari atas dipenuhi dengan berbagai bangunan beton dan seringkali tertutup oleh udara yang tercemar akibat polusi udara.

Lokasi perkebunan sawit

Saya harus menempuh kurang lebih 6 jam perjalanan dengan mobil travel untuk bisa sampai ke tempat tinggal saudara saya terhitung dari bandar udara Sultan Taha Jambi. Apabila dari Kota Kabupaten Meranti perlu waktu 1 jam perjalanan untuk bisa sampai ke area perkebunan kelapa sawit dengan melalui jalan beraspal yang rusak parah. Jangan dibayangkan jalanan disana mulus dan bisa dilalui dengan mudah. Jalan aspal disana sudah tidak terlihat aspalnya karena semua sudah terkelupas meninggalkan tatanan kerikil yang bisa saja membuat kendaraan kita tergelincir.

jalan untuk menuju ke tempat saudara


Hal itu disebabkan karena kendaraan yang melintasi jalan ini memiliki berat yang luar biasa. Kendaraan truk bermuatan buah kelapa sawit dengan beban kurang lebih 10-12 ton seringkali melewati daerah ini menyisakan jalanan rusak dan berdebu. Rata-rata penduduk di daerah ini apabila mereka memiliki mobil, maka mobil bak terbuka berkabin empatlah yang menjadi pilihannya. Seperti For* Everest, Strad*. Jarang sekali atau bahkan tidak ada penduduk yang menggunakan mobil sedan untuk keperluan sehari-hari.

Pengetahuan baru tentang perkebunan sawit

Hari kedua di Jambi, barulah saya diajak ke kebun sawit oleh saudara saya. Pada waktu itu adalah giliran hari panen. Waktu panen dilakukan seminggu sekali sedangkan untuk pemupukan dilakukan 3 bulan sekali. Nah, kebetulan pohon sawit di kebun milik saudara saya adalah pohon sawit yang berusia cukup tua. Rata-rata pohon di kebun ini berusia lebih dari 15 tahun dan produksi buahnya sudah banyak menurun. Saudara saya memiliki beberapa kavling kebun sawit dengan jumlah ratusan pohon. Untuk mengukur luas kebun sawit masyarakat disini satuan kavling dan bukan menggunakan satuan hektare. Dalam satu kavling itu sendiri terdiri dari 2 hektare tanaman sawit. 

kebun kelapa sawit
Kebun sawit milik saudara


Untuk bisa mengetahui kelapa sawit yang sudah tua dan siap panen maka kita bisa melihat bagian bawah pohon tersebut. Biasanya apabila di atas pohon terdapat buah yang sudah matang dan siap panen maka di bagian bawah pohon tersebut terdapat buah yang berjatuhan. Namun tidak menutup kemungkinan kita akan sedikit kesusahan untuk bisa melihat buah sawit tersebut karena rimbunnya dahan. Oleh karenanya biasanya terdapat pekerja atau buruh panen yang membantu pekerjaan dengan bayaran berapa kuintal sawit yang berhasil dipanennya.

Nah untuk proses pemanenannya sendiri kita menggunakan sebuah alat layaknya tongkat yang terbuat dari besi panjang dan ujungnya dikaitkan dengan sabit besar. Dalam proses pemanenan buah sawit, saudara saya dibantu dengan  seorang yang bertugas untuk menjatuhkan buah sawit dari pohonnya. Barulah setelah jatuh, buah sawit tersebut diangkut menggunakan sepeda motor ke sisi jalan untuk kemudian diangkut menggunakan kendaraan truk ke kota Kabupaten untuk dikumpulkan kepada pengepul.

buah dari pohon sawit yang sudah matang


Saya sendiri bertugas mengangkut buah kelapa sawit dari lokasi ke sisi jalan menggunakan sepeda motor. Sepeda motor yang saya pakai adalah sepeda motor roda tiga dengan bak terbuka di bagian belakangnya. Trek yang harus dilalui untuk bisa sampai ke jalan dengan akses mobil cukup jauh. Hal tersebut diperparah dengan beceknya area sekitar menyebabkan sepeda motor yang saya kendarai harus beberapa kali terperosok ke dalam lumpur. Di tengah perkebunan tidak ada orang lain yang menolong saya. Namun sebelum berangkat saudara saya sudah memberikan peralatan apabila tiba-tiba kendaraan saya masuk lumpur yakni dengan membawakan sebuah papan di bagian samping bak motornya. Papan tersebut digunakan untuk mengganjal sisi samping bawah dari ban yang masuk lumpur dan sebagai pijakan ban untuk menghasilkan daya dorong ke depan. Tidak sampai 10 menit sepeda motor yang saya kendarai berhasil keluar dari lumpur.


Pekerjaan tidak rutin dilakukan setiap hari

Bekerja di perkebunan kelapa sawit sangatlah berbeda jika dibandingkan dengan bekerja sebagai petani khususnya di tanah Jawa. Bisa dipastikan kita harus sering ke sawah atau kebun sekedar untuk membersihkan rumput atau melakukan irigasi, maka hal itu tidak akan kita temukan apabila kita bekerja di kebun sawit. Saudara saya seminggu sekali ke kebun guna memanen sawit selebihnya dia di rumah sekedar berjualan sembako dan berjualan pupuk tanaman kelapa sawit. Selain untuk memanen kelapa sawit, jadwal pemupukan rutin dilakukan setidaknya 3 bulan sekali. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea. Hal yang menarik adalah, sebelum pupuk diberikan kepada tanaman, maka daerah sekililing akar dibersihkan dahulu dari rumput dengan tanaman pengganggu lainnya. Cara mematikannya adalah disemprot dengan obat rumput, barulah 3 hari kemudian rumput tersebut mati dan pemupukan bisa dilakukan. Apabila tidak dilakukan pembersihan terhadap rumput dan tanaman pengganggu, dikhawatirkan justru yang bertambah subur adalah rumput di sekitar tanaman sawit. Saya sendiri berkesempatan untuk ikut dalam proses pemupukan selama beberapa hari. Tidak tanggung-tanggung biaya yang harus dikeluarkan untuk sekali pemupukan, setidaknya kita harus mengeluarkan biaya kurang lebih 3 juta rupiah untuk sekali pemupukan tiap kavling kebun kelapa sawit. Bisa dibayangkan bagi orang yang memiliki 50 kavling, berapa ratus juta yang harus dikeluarkan agar tanaman sawitnya dapat tumbuh subur dan menghasilkan banyak buah.

Sawit merubah segalanya

Di daerah tempat tinggal saudara saya yakni di area B2 dusun beringin, upaya penanaman sawit baru dilakukan tahun 1995. Sedangkan saudara saya melakukan transmigrasi tahun 1990. 5 tahun para transmigrasi hidup seadanya dengan hasil bumi seperti singkong, talas atau umbi-umbian lainnya. Kehidupan serba pas-pasan harus dilalui selama beberapa tahun. Barulah pada tahun 1995 terjadi perubahan besar-besaran dengan dikenalkannya tanaman sawit. Area yang dahulu digunakan untuk tempat penanaman palawija dirubah menjadi perkebunan sawit. Untuk bisa memanen sawit maka perlu menunggu waktu sekitar 4-5 tahun barulah tanaman sawit berbuah. Buah yang pertama adalah buah dengan ukuran kecil yang dijual dengan harga murah. Barulah panenan kedua dan ketiga buah sawit memiliki nilai jual yang lumayan mahal.

Kenalan saya yang memiliki lahan menuturkan, pendapatan yang dihasilkan untuk setiap kavling kelapa sawit berkisar antara 3-5 juta tergantung dari kualitas buah yang dihasilkan. Beliau menuturkan panenan besar terjadi di tahun 2007 dimana dalam sebulan dia bisa menghasilkan 10 ton kelapa sawit dengan pendapatan hampir 3 juta rupiah perminggunya. Namun seiring dengan usia tanaman yang semakin tua produksi kelapa sawit kini kian menurun. Tahun depan direncanakan ada peremajan tanaman. Tanaman lama akan diganti dengan tanaman baru. Otomatis pendapatan para pemilik lahan akan sangat berkurang dan harus menunggu sekitar 4-5 tahun ke depan untuk bisa menikmati kembali panenan kelapa sawit.

Suka duka tinggal di daerah perkebunan sawit

Hal ini merupakan pendapat pribadi saya sendiri setelah beberapa waktu tinggal di daerah perkebunan sawit di daerah tempat saudara saya. Tinggal di perkebunan sawit biasanya akan jauh dari keramaian. Untuk sampai ke pusat kota kita harus menempuh waktu beberapa jam perjalanan. Hal itu diperburuk dengan akses jalan yang rusak karena digunakan untuk mengangkut kelapa sawit. Selain itu susah mendapatkan sinyal. Sinyal HP saya dapatkan apabila saya berada di tempat yang tinggi yakni di kantor KUD yang lokasinya 500 meter dari rumah saudara saya. Namun dibalik segala kesusahan yang saya temukan, ada sisi positif yang bisa kita ambil ketika kita hidup di daerah perkebunan yakni bisa menabung. Gaya hidup konsumerisme tidak saya temukan di daerah tempat tinggal saudara saya yang notebene adalah daerah perkebunan sawit. Dengan demikian uang hasil jerih payah kita akan bisa kita gunakan untuk keperluan yang benar-benar kita perlukan tanpa takut akan ketinggalan gengsi. Sekian tulisan pengalaman saya ini saya buat. Mohon maaf apabila ada salah ucap dan salah kata yang mungkin tidak saya sadari dan kurang berkenan bagi pembaca. Terimakasih