Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan dan Layanan Kesehatan

Apakah yang dimaksud dengan komunikasi efektif ? Komunikasi efektif adalah kemampuan untuk menyampaikan pesan atau informasi dengan jelas, tepat, dan dapat dipahami oleh pihak lain. Ini melibatkan penggunaan kata-kata yang tepat, penekanan pada nonverbal, mendengarkan dengan aktif, dan memahami audiens yang sedang diajak berkomunikasi. Komunikasi efektif juga mempertimbangkan konteks dan keadaan yang ada, serta mencoba menghindari atau mengatasi hambatan-hambatan yang dapat mengganggu pemahaman atau interpretasi pesan.

Pengertian Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan dan Layanan Kesehatan

Selain itu komunikasi efektif juga mempunyai pengertian : Komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu untuk menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlihat dalam komunikasi. Tujuan komunikasi efektif adalah memberi kemudahan dalam menmahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima sehingga bahasa lebih jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang, dan melatih menggunakan bahasa non-verbal secara baik. Ada beberapa pendapat para ahli mengenai komunikasi efektif, antara lain: 

Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan

Komunikasi efektif dalam keperawatan adalah kemampuan untuk menyampaikan informasi dengan jelas, akurat, dan tepat waktu antara tenaga kesehatan (seperti perawat) dengan pasien, keluarga pasien, serta anggota tim kesehatan lainnya. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan dan diterima dapat dipahami dengan baik oleh semua pihak terkait.

Komunikasi Efektif Menurut Beberapa Ahli

  1. Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi ( 2008:13 ) menyebutkan, komunikasi efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik dan pada akhirnya menimbulkan suatu tindakan.
  2. Johnson Sutton dan Haris ( 2001 : 81 ) Menunjukkan cara-cara komunikasi efektif dapat dicapai. Menurut mereka, komunikasi efektif dapat terjadi melalui atau dengan didukung oleh aktivitas role-playing, diskusi, aktivitas kelompok kecil dan materi-materi pengajaran yang relevan. Meskipun penelitian mereka terfokus pada komunikasi efektif untuk proses belajar-mengajar, hal yang dapat dimengerti di sini adalah bahwa suatu proses komunikasi membutuhkan aktivitas, cara dan sarana lain agar bisa berlangsung dan mencapai hasil yang efektif.
  3. Mc. Crosky Larson dan Knapp (2001). Mengatakan bahwa komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dankomunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih efektif terjadi apabila komunikator dan komunikan terdapat persamaan dalam pengertian, sikap dan Bahasa.
  4. Petter Little. Menurut Peter Little, komunikasi efektif adalah "proses dimana pesan dikirim dan diterima dengan cara yang dimaksudkan oleh pengirim pesan.    
  5. David Berlo mendefinisikan komunikasi efektif sebagai "proses dimana ide, gagasan, informasi, dan perasaan disampaikan dan diterima dalam suatu situasi tertentu."
  6. Wilbur Schramm : Wilbur Schramm mengatakan bahwa komunikasi efektif terjadi ketika "penerima pesan menerima dan memahami pesan dengan cara yang dimaksudkan oleh pengirim pesan."
  7. Joseph DeVito, Menurutnya komunikasi efektif adalah "kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan jelas, tepat, dan dengan cara yang dapat dimengerti oleh pihak yang terlibat."
  8. Davis dan Newstrom, komunikasi efektif adalah "proses penyampaian pesan dari sumber kepada penerima dengan cara yang dapat dimengerti oleh penerima."
  9. Stephen E. Lucas mendefinisikan komunikasi efektif sebagai "kemampuan untuk mencapai tujuan komunikasi dengan cara menyampaikan pesan yang jelas, tepat, dan dapat dimengerti oleh penerima pesan."
  10. Deborah Tannen memandang komunikasi efektif sebagai "kemampuan untuk memahami dan menghargai gaya komunikasi orang lain, serta beradaptasi sesuai dengan kebutuhan situasi."
  11.       

Syarat Komunikasi Efektif

Komunikasi efektif melibatkan beberapa aspek penting yang dapat meningkatkan pemahaman dan keselarasan antara pihak yang terlibat. Beberapa syarat yang penting dalam komunikasi efektif antara lain :
  1. Ketepatan Pesan : Pesan yang jelas dan tepat. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami, hindari kebingungan dan ambigu.
  2. Aktif Mendengarkan : Berikan perhatian penuh pada pembicara, jangan hanya fokus pada merumuskan respons Anda. Aktif mendengarkan membantu Anda memahami perspektif orang lain.
  3. Pemahaman Emosi : Mengetahui dan memperhatikan emosi baik dari diri sendiri maupun orang lain. Ini membantu dalam menyesuaikan pendekatan komunikasi.
  4. Kepedulian dan Empati : Menunjukkan minat dan empati terhadap perasaan, pandangan, dan situasi orang lain. Ini menciptakan ikatan emosional yang penting dalam komunikasi.
  5. Kesesuaian Konteks : Berkomunikasi sesuai dengan konteks dan situasi. Misalnya, gaya komunikasi yang berbeda untuk percakapan informal, diskusi bisnis, atau interaksi sosial.
  6. Keterbukaan dan Keterampilan Berbicara : Berbicara dengan jelas, terbuka terhadap ide-ide baru, dan menghindari prasangka. Keterampilan ini membantu dalam membangun kepercayaan dan kolaborasi.
  7. Resolusi Konflik : Kemampuan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat atau konflik secara damai dan konstruktif.
  8. Feedback yang Konstruktif : Memberikan umpan balik yang membangun dan bermanfaat bagi pihak yang menerima, bukan hanya kritik tanpa solusi.
  9. Kesesuaian Bahasa Tubuh : Bahasa tubuh dan ekspresi wajah juga penting. Ini dapat menguatkan atau bahkan bertentangan dengan pesan verbal yang disampaikan.
  10. Konsistensi dan Klaritas : Menjaga konsistensi dalam komunikasi Anda untuk menghindari kebingungan atau ambiguitas.

Aspek Komunikasi Efektif

Menurut Suranto A.W 2005: 105 ada beberapa aspek komunikasi efektif yaitu sebagai berikut :
  1. Pemahaman Komunikasi mampu memahami pesan secara tepat sebagaimana dimaksudkan oleh komunikator dan komunikator berhasil menyampaikan pesan secara cermat.
  2. Kesenangan Selain berhasil menyampaikan informasi,komunikasi juga dapat berlangsung dalam suasana yang menyenangkan kedua belah pihak.
  3. Pengaruh pada sikap Apabila seorang komunikan setelah menerima pesan kemudian sikapnya berubah sesuai dengan makna pesan itu.
  4. Hubungan dalam proses komunikasi yang efektif secara tidak sengaja meningkatkan kadar hubungan interpersonal yang makin baik.
  5. Tindakan Kedua belah pihak yang berkomunikasi melakukan tindakan sesuai dengan pesan yang dikomunikasikan. 

Unsur-Unsur Dalam Komunikasi Efektif

Komunikasi efektif terdiri dari beberapa unsur penting yang bekerja bersama untuk memastikan pesan disampaikan dengan baik dan dipahami dengan benar oleh penerima. Berikut adalah unsur-unsur kunci dalam komunikasi yang efektif :
  1. Komunikator ( Pengirim Pesan yang Jelas ) : Pengirim pesan harus memiliki tujuan yang jelas dalam berkomunikasi, baik itu memberikan informasi, meminta bantuan, atau mengungkapkan pendapat.Komunikasi efektif terdiri dari beberapa unsur penting yang bekerja bersama untuk memastikan pesan disampaikan dengan baik dan dipahami dengan benar oleh penerima.
  2. Pesan yang Tepat : Pesan harus disusun dengan cara yang tepat, menggunakan kata-kata yang sesuai dan jelas agar tidak menimbulkan kebingungan atau ambiguitas.
  3. Saluran Komunikasi yang Efektif / Media yang sesuai : Memilih saluran komunikasi yang tepat, apakah itu melalui lisan, tulisan, atau media lainnya yang cocok dengan konteks dan kebutuhan pesan.
  4. Penerima Pesan yang Terfokus : Penerima pesan harus memberikan perhatian penuh dan fokus pada pesan yang disampaikan untuk memahaminya dengan baik.
  5. Kepahaman Bersama : Pesan yang efektif tidak hanya tentang penyampaian pesan, tetapi juga tentang memastikan bahwa pesan tersebut dipahami dengan benar oleh penerima.
  6. Umpan Balik yang Konstruktif : Pengirim pesan dan penerima pesan harus terbuka terhadap umpan balik. Ini membantu memastikan bahwa pesan telah diterima dan dipahami sebagaimana mestinya.
  7. Konteks yang Jelas : Pesan harus disampaikan dalam konteks yang tepat dan dengan mempertimbangkan latar belakang, budaya, dan situasi tempat pesan disampaikan.
  8. Kepedulian terhadap Bahasa Tubuh : Bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan nada suara juga merupakan bagian penting dari komunikasi yang efektif. Mereka bisa memperkuat atau menegasi pesan verbal yang disampaikan.
  9. Empati dan Keterbukaan : Kemampuan untuk merasakan atau memahami perasaan orang lain (empati) serta keterbukaan terhadap ide-ide baru atau sudut pandang yang berbeda.
  10. Kesesuaian Waktu : Waktu yang tepat untuk berkomunikasi juga merupakan faktor penting. Terkadang, kesalahan waktu bisa membuat pesan kehilangan efektivitasnya

Komunikasi Efektif SBAR

SBAR adalah singkatan dari Situation, Background, Assessment, Recommendation. Ini adalah pendekatan yang sering digunakan dalam komunikasi di lingkungan medis atau kesehatan untuk menyampaikan informasi secara singkat dan jelas. Ini memungkinkan tenaga medis untuk berbagi informasi yang relevan dengan cepat dan efektif.

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai setiap elemen SBAR:

  • Situation ( Situasi ) : Merujuk pada kondisi saat ini. Ini meliputi informasi tentang apa yang sedang terjadi, misalnya, kondisi pasien atau situasi yang memerlukan perhatian.
  • Background ( Latar Belakang ) : Menyediakan informasi penting yang relevan untuk situasi saat ini. Ini bisa termasuk riwayat medis, hasil tes, atau faktor-faktor lain yang relevan.
  • Assessment ( Penilaian ) : Menyampaikan penilaian atau evaluasi dari situasi berdasarkan informasi yang ada. Ini bisa mencakup diagnosis sementara atau evaluasi kondisi pasien.
  • Recommendation ( Rekomendasi ) : Memberikan saran atau rekomendasi mengenai tindakan yang seharusnya diambil berdasarkan situasi dan penilaian. Ini bisa berupa permintaan untuk tindakan medis atau perubahan dalam perawatan pasien.

Dalam konteks komunikasi yang lebih umum di luar lingkungan medis, pendekatan SBAR juga dapat diterapkan untuk menyampaikan informasi dengan singkat, jelas, dan terstruktur. Prinsip-prinsipnya dapat diterapkan dalam berbagai situasi di tempat kerja, di rumah, atau dalam konteks sosial untuk menyampaikan pesan secara sistematis dan efektif.

Komunikasi Efektif Dalam Pelayanan Kesehatan

  1. Empati dan Keterbukaan. Menunjukkan empati terhadap pasien, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan menghargai perasaan serta kekhawatiran mereka. Keterbukaan untuk menerima kebutuhan dan keinginan pasien juga krusial.
  2. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami. Hindari istilah teknis yang rumit jika tidak diperlukan. Sampaikan informasi medis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pasien. Ini memungkinkan mereka untuk terlibat dalam pengambilan keputusan terkait perawatan mereka.
  3. Dengarkan dengan Penuh Perhatian. Berikan waktu untuk mendengarkan pasien sepenuhnya, tanpa menginterupsi, sehingga mereka merasa didengar dan dipahami. Hal ini dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan mereka dengan lebih baik.
  4. Jelaskan dengan Jelas. Sampaikan informasi mengenai kondisi kesehatan dengan jelas dan terperinci, termasuk diagnosis, prosedur, dan rencana perawatan. Gunakan contoh konkret atau visualisasi jika diperlukan.
  5. Menggunakan Metode Komunikasi yang Dapat Dipahami. Sesuaikan cara komunikasi dengan preferensi pasien. Beberapa pasien mungkin lebih responsif terhadap gambar, diagram, atau informasi tertulis, sementara yang lain lebih suka mendengarkan penjelasan secara lisan.
  6. Berikan Kesempatan untuk Bertanya. Ajak pasien untuk bertanya dan pastikan mereka merasa nyaman untuk melakukannya. Jawab pertanyaan mereka dengan jelas dan penuh pengertian.
  7. Berkolaborasi dalam Pengambilan Keputusan. Ajak pasien untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan terkait perawatan mereka. Diskusikan pilihan yang tersedia, risiko, manfaat, dan preferensi pasien.
  8. Komunikasi Tim yang Efektif. Dalam lingkungan perawatan kesehatan, koordinasi komunikasi antara tim perawatan sangat penting. Jaga agar informasi pasien tersampaikan dengan jelas antara dokter, perawat, apoteker, dan anggota tim lainnya.
  9. Tanggap terhadap Umpan Balik. Terbuka terhadap umpan balik dari pasien untuk meningkatkan pelayanan di masa mendatang.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pelayan kesehatan dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan pasien, meningkatkan pemahaman tentang kondisi kesehatan, dan meningkatkan pengalaman serta hasil perawatan pasien.

Komunikasi Efektif Dalam Pasien Safety

Standar akreditasi RS 2012 SKP.2 / JCI IPSG.2 mensyaratkan agar rumah sakit menyusun cara komunikasi yang efektif, tepat waktu, akurat, lengkap, jelas, dan dapat dipahami penerima. Hal itu untuk mengurangi kesalahan dan menghasilkan perbaikan keselamatan pasien. Bentuk komunikasi yang rawan kesalahan di antaranya adalah instruksi untuk penatalaksanaan pasien yang diberikan secara lisan atau melalui telepon. Bentuk lainnya berupa pelaporan hasil tes abnormal, misalnya petugas laboratorium menelepon ke ruang perawatarn untuk melaporkan hasil tes pasien. Rumah sakit perlu menyusun kebijakan dan atau prosedur untuk mengatur pemberian perintah/ pesan secara lisan dan lewat telepon. Kebijakan dan atau prosedur itu harus memuat :

  1. Perintah lengkap, lisan atau telepon, dan hasil dicatat penerima.
  2. Perintah lengkap, lisan atau telepon, dan hasil dibaca ulang oleh penerima
  3. Perintah dan hasil tes dikonfirmasi oleh individu si pemberi perintah atau hasil tes
  4. Pelaksanaan yang konsisten dari verifikasi tepat-tidaknya komunikasi lisan dan lewa telepon
  5. Alternatif yang diperbolehkan bila proses membaca ulang tidak selalu dimungkinkan sebagai contoh di ruang operasi, dalam keadaan darurat di Instalasi Gawat Darurat atau di ruang perawatan intensif. 
Itulah sedikit ulasan mengenai komunikasi efektif terutama di lingkup bidang kesehatan. 

Posting Komentar untuk "Pengertian Komunikasi Efektif Dalam Keperawatan dan Layanan Kesehatan"