Skip to main content

Biografi Wright bersaudara, penemu pesawat terbang pertama kali

Sejarah penemuan pesawat terbang pertama di dunia. Salah satu keinginan manusia yang mungkin saja mustahil diwujudkan adalah bisa terbang layaknya seekor burung. Pada zaman dahulu sudah banyak percobaan yang dilakukan oleh manusia untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Sebut saja dengan penemuan mesin terbang pertama yang tercatat dalam sejarah yakni di Yunani kuno yang dibuat oleh Archytas pada 200 SM. Mesin itu berbentung seperti burung dan mampu terbang sampai 200 meter. Selanjutnya pada 180–234 AD, Zhuge Liang menemukan konsep balon udara. Pada abad ke-9, Ibnu Firnas baru menemukan alat untuk terbang layang (glider) yang mampu meluncur hingga 200 meter.

Pada tahun 1783, seorang berkewargaraan Perancis yang bernama Joseph Montgolfier dan Etiene Montgolfier berhasil menciptakan balon terbang dan dapat membawa manusia. Balon terbang untuk yang pertama kali menggunakan udara panas yang ditiupkan ke dalamnya serta dikitkan pada sebuah kabin yang bisa ditumpangi oleh manusia. Balon udara kemudian disempurnakan oleh seorang berkewarganegaraan Jerman yang bernama Ferdinand von Zeppelin. Balon udara pada masa itu mengalami perubahan bentuk. Balon udara yang dahulu berbentuk bundar dimodifikasi menjadi kerucut dan bisa menampung orang lebih banyak orang lagi. Balon Zeppelin sempat menjadi moda transportasi udara yang dipakai selama beberapa dekade sebelum ditemukannya pesawat untuk yang pertama kalinya.

Lantas siapakah yang menemukan pesawat terbang untuk yang pertama kali ??. Pesawat yang kita kenal saat ini. Adalah Wilbur Wright serta Orville Wright dua bersaudara yang menemukan pesawat terbang untuk yang pertama kalinya. Penemuan pesawat terbang yang pertama kali terjadi pada awal abad ke 19 lebih tepatnya pada tahun 1903.

Kehidupan Wilbur Wright serta Orville Wright

Wilbur Wright serta Orville Wright adalah dua bersaudara berkewarganegaraan Amerika. Wilbur Wright lahir di Milllvile Indiana pada 16 April 1867 serta saudaranya Orville Wright lahir pada 19 Agustus 1871. Keinginan untuk bisa terbang sudah ada sejak mereka anak-anak. Hal itu bermula ketika suatu hari keduanya diberikan mainan yang bisa terbang oleh ayahnya. Mainan sederhana itu terbuat dari gabus, kertas serta dapat terbang dengan bantuan pita kaset. Hal inilah yang diam-diam merasuki keduanya hingga mereka bermimpi  untuk bisa menciptakan suatu alat yang membantu manusia untuk bisa terbang.

Keinginan untuk bisa terbang terbawa sampai keduanya dewasa. Dalam biografinya, Wilbur pernah berkata bahwa dirinya selama bertahun-tahun cukup terganggu dengan obsesinya tersebut serta mempunyai keyakinan bahwa suatu hari dapat menciptakan alat yang bisa membantu manusia untuk bisa terbang. Tidak patah semangat, kedua bersudara itu dengan keyakinan penuh melakukan eksperimen-eksperimen yang dikerjakan di toko atau bengkel sepeda milik mereka yang berada di Dayton, Ohio, Amerika. Di toko tersebut mereka juga memiliki keahlian dan keterampilan dalam bidang mekanik.

salah satu ilustrasi
Wright Otto Lilienthal

Meskipun pernah dikeluarkan dari sekolah dasar, tidak membuat mereka berkecil hati serta mengubur mimpi-mimpi mereka. Wright sering membaca buku-buku tentang sains, terutama buku tentang ilmu penerbangan. Salah satu bahan bacaan yang dibaca oleh Wright adalah makalah yang disusun oleh Otto Lilienthal, salah satu pioner pesawat layang dari negara Jerman. Dialah yang mengilhami Wright bersaudara untuk mewujudkan usaha mereka yakni membuat alat yang bisa membantu manusia untuk bisa terbang. Mereka belajar dari kecelakaan yang dialami oleh Otto Lilienthal bahwa usaha yang mereka lakukan tidak hanya menciptakan benda yang bisa membawa manusia untuk terbang saja melainkan juga membawa manusia terbang dengan aman dan selamat.


Pada tahun 1889 Wright bersaudara telah berhasil membuat sebuah mesin terbang. Mesin terbang tersebut memiliki panjang 1,5 meter, berbentuk seperti layangan serta terbuat dari kayu dan kain. Pada tahun 1901 kedua bersaudara ini membangun glidder serta melakukan uji coba di Kitty Hawk. Glidder tersebut dibangun berdasarkan data-data yang mereka peroleh dari buku dan makalah orang lain. Namun dalam uji coba mereka, glidder tersebut tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Menyadari bahwa masalahnya adalah data eksperimen yang mereka gunakan dari orang lain, mereka memutuskan untuk melakukan eksperimen mereka sendiri. Untuk melakukannya, mereka kembali ke Dayton, Ohio dan membangun terowongan angin kecil. Dengan informasi yang diperoleh dari eksperimen mereka sendiri di terowongan angin, Wilbur dan Orville membangun glider lain pada tahun 1902. Glidder yang mereka bangun mereka uju dan mendapatkan hasil persis seperti yang diharapkan Wright. Wilbur dan Orville Wright berhasil memecahkan masalah kontrol dalam penerbangan. Selanjutnya mereka membangun pesawat terbang yang memiliki kontrol dan bermotor.

Wright membutuhkan sebuah mesin yang cukup kuat untuk bisa mengangkat pesawatnya dari tanah setelah sebelumnya memperhitungkan secara teliti beban dari pesawat buatannya tersebut. Beberapa produsen mesinpun mereka hubungi, namun mereka tidak menemukan mesin yang cukup ringan untuk dipasang pada pesawat mereka. Oleh karenanya mereka lalu membuat mesin pesawatnya sendiri.

Dibantu oleh Charlie Taylor seorang masinis yang bekerja di toko sepedanya mereka membangun mesin pesawatnya sendiri. Dengan sedikit pengalaman bekerja dengan mesin, ketiga pria ini berhasil mengumpulkan mesin bensin 4 silinder, 8 daya kuda, yang beratnya hanya 150 kilogram dalam waktu enam minggu. Namun, setelah beberapa pengujian, blok mesin retak. Butuh waktu dua bulan lagi untuk membuat yang baru, mesin terakhir memiliki 12 tenaga kuda. Kesulitan terakhir yang harus mereka hadapi adalah, menentukan bentuk dan ukuran baling-baling. Mereka memutuskan untuk membangun terowongan angin buatan untuk menguji berbagai bentuk sayap dan pengaruhnya terhadap lift. Hasilnya, memberi Wright bersaudara pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana airfoil (sayap) bekerja dan bisa menghitung dengan lebih akurat seberapa baik desain sayap tertentu akan terbang. Mereka berencana merancang glider baru dengan sayap sayap 32 kaki dan ekor untuk membantu menstabilkannya. Akhirnya mereka menemukan jawaban mereka sendiri melalui percobaan, dan banyak diskusi.

Penerbangan pertama dengan pesawat

Usaha yang dilakukan oleh Wright bersaudara membuahkan hasil. Pada tahun 1903 terciptalah pesawat terbang untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pesawat yang diberi nama Flyer tersebut menggunakan rangka daru kayu cemara dengan panjang sayap 12 meter serta memiliki berat 340 kg. Untuk melakukan uji coba penerbangan pada pesawat yang mereka buat, Wright bersaudara membutuhkan sebuah tempat yang luas, memiliki angin, berpasir lembut untuk memperoleh pendaratan yang lembut serta memiliki bukit. Oleh karenanya mereka memilih melakukannya di Kitty Hawk di North Carolina. Penerbangan pertama dilakukan pada bulan Desember tahun 1903. Pada saat itu Orvillelah yang menjadi pilot, pesawat mereka dapat terbang selama 12 detik dan mencapai ketinggian 35 meter. Kendati penerbangan ini berlangsung sangat singkat, namun kejadian inilah yang kelak mengubah dunia.



Pada penerbangan pesawat yang pertama, hanya disaksikan oleh 5 orang saja. Wright dengan sistematis memotret setiap prototipe dan mesin mereka selama melakukan usaha penerbangan. Setelah berhasil melakukan penerbangan untuk yang pertama kali, Wright mengirimkan sebuah pesan telegram kepada ayahnya dan berpesan agar memberitahu pihak pers atas keberhasilan mereka menciptakan pesawat terbang. Namun kendati demikian, pihak pers terkesan menganggap sepele usaha yang mereka lakukan, bahkan pemberitaan tentang penerbangan pertama ini pun sepi bahkan di kota mereka sendiri yakni di Ohio.

Penerbangan pertama yang dilakukan oleh Wright bersaudara seakan menjadi batu lompatan keduanya untuk bisa membuat pesawat terbang yang jauh lebih sempurna. Namun hal itu tidak langsung dapat terjadi begitu saja. Pesawat terbang barulah populer pada tahun 1908 pada saat Wilbur dan Orville mendemonstrasikan pesawat mereka di Amerika Serikat serta negara Perancis. Setahun kemudian, Wilbur terbang di Itaia dan Orville mendemonstrasikan penerbangan di Berlin. Pada saat itu pula, pesawat buatan mereka sudah jauh lebih sempurna. Pada tahun-tahun berikutnya, Wright Company membuat pesawat secara masal, namun pada saat itu pula mereka sudah mendapatkan banyak saingan. Hal itu terjadi pada akhir ekade 1910-an.

Kecelakaan pada awal penerbangan

Kecelakaan pesawat fatal pertama terjadi pada tanggal 17 September 1908. Saat Orville Wright sedang mengendarai pesawat. Wright selamat dari kecelakaan itu, tapi penumpangnya Letnan Thomas Selfridge meninggal. Wright pada tahun itu memang telah mengizinkan penumpang terbang bersama mereka sejak 14 Mei 1908

Kematian Wright bersaudara

Wilbur meninggal di Dayton, Ohio pada tahun 1912 karena penyakit tifus yang dideritanya sedangkan adiknya Orville menggantikanya menjabat sebagai presiden Wright Company Pada tahun 1915, Orville lebih tertarik untuk menekuni riset penerbangan. Orville meninggal dunia pada tahun 1948. Semasa hidupnya Orville tercatat sebagai anggota Komite Penasihat Aeronautika Nasional Amerika.

Itulah Biografi Wright bersaudara dan sejarah penemuan pesawat terbang pertama kali di dunia. Sejak penemuan pesawat terbang pertama kali oleh Wright bersaudara, pesawat terbang banyak mengalami kemajuan yang cukup pesat. Pesawat kini tidak hanya digunakan sebagai kendaraan angkut penumpang saja, melainkan sebagai kendaraan tempur serta kendaraan yang digunakan untuk melakukan misi kemanusiaan. Tekad serta kerja keras Wright serta Orville tidak sia-sia karena dengan pesawat terbang kehidupan umat manusia kini menjadi lebih baik.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar