Skip to main content

Atur-atur Ulem Bahasa Jawa Secara Singkat dan Benar

Berawal dari pengalaman pribadi yang seringkali diminta untuk memberikan undangan hajatan pernikahan secara lisan atau dalam Bahasa Jawa  sering disebut sebagai atur-atur ulem, maka saya membuat postingan sederhana ini. 


Dalam setiap hajatan pernikahan, maka biasa pihak keluarga mengundang warga sekitar untuk datang ke acara, guna memberikan doa dan restu kepada kedua mempelai. Berbeda dengan tamu undangan yang lain, biasanya untuk warga sekitar undangan yang diberikan tidak dalam bentuk undangan cetak atau tulis, melainkan undangan secara lisan. Salah satu warga yang dipercaya atau biasa muda-mudi karang taruna diminta oleh pihak penyelenggara untuk menyampaikan undangan secara lisan tersebut ( atur-atur ) dari satu rumah ke rumah lainnya.

Dalam menyampaikan undangan atau atur-atur ulem, sebaiknya kita menggunakan Bahasa Jawa yang baik dan benar, karena kita berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita, serta kita membawa nama dari pihak keluarga yang mengundang. Akan memalukan jika kita salah ataupun tidak sopan dalam menyampaikannya.

Nah, berikut ini adalah contoh dialog atur-atur ulem dalam Bahasa Jawa secara singkat dan mudah untuk dihafalkan,



Kepareng matur ing ngarsanipun Bapak... ( tuan rumah ). Wonten lepating atur kulo nyuwun gunging pangapunten. Sowan kulo mriki dipun utus Bapak saha Ibu...( yang berhajat ). Ingkang sepisan, kinen silaturahmi tuwi kawilujengan Bapak saha Ibu sakulawarga.

Kaping kalihipun, ngaturi pirsa bilih manawi tanpa alangan satunggal punapa, benjing dinten....( hari ) tanggal.... ( tanggal ), Bapak....( yang berhajat ) badhe kagungan damel, melakramekaken putranipun / putrinipun ..... ( nama gadis ) angsal mas......( nama jejaka ) saking....( alamat jejaka ). Mila yen tanpa alangan satunggal punapa, Bapak saha Ibu kasuwun paring pangestu ing dinten wau wanci pukul sedasa enjing, wonten dalemipun Bapak....( yang berhajat )

Cekap semanten atur kula, sepisan malih nyuwun pangapunten menawi wonten lepatipun ( setelah diterima )

Salajengipun kapareng matur Bapak....( tuan rumah ), awit sampun cekap wigatosing sowan kula saha sampun pinanggih wilujeng samudayanipun, kula lajeng kepareng nyuwun pamit. Maturnuwun. 


Itulah tadi salah satu contoh dialog tentang cara atur-atur ulem dalam Bahasa Jawa secara singkat dan mudah dihafalkan. Saat ini, setidaknya anda sudah sedikit mengetahui dan mengerti tentang bagaimana sopan santun dalam mengundang orang lain secara lisan. Jadi tidak ada alasan lagi bagi anda untuk menolak ketika dimintai tolong oleh kerabat yang mempunyai hajat  hanya karena alasan tidak bisa atau tidak terbiasa. Mari kita lestarikan budaya Jawa, dengan menggunakan Bahasa Jawa secara baik dan benar. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar