Doa Katolik memohon jodoh yang sesuai dan seiman

Doa adalah kekuatan terbesar yang ada di bumi ~ Bagi seseorang yang sudah cukup umur untuk hidup berpasangan, akan merasa was-was apabila jodoh tidak kunjung datang atau belum menemukan seseorang yang kelak  dirasa akan menjadi pasangan hidupnya.  Sebagai orang yang beriman Katolik, tentu saja kita percaya bahwa jodoh merupakan misteri, rencana dan pilihan dari Tuhan. Kita percaya bahwa Tuhan telah menyediakan pasangan yang tepat untuk menjadi teman hidup kita nanti apabila tiba pada waktunya.

Doa Katolik memohon jodoh


Namun kenyataannya, bagi beberapa orang, untuk bisa menemukan jodoh, bukanlah hal yang mudah. Terkadang kita harus menuggu, mencari sampai dengan waktu yang cukup lama barulah kita mendapatkan jodoh kita. Adapun yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha dan berdoa. Nah, di kesempatan kali  ini, saya akan menyampaikan beberapa contoh doa Katolik memohon jodoh yang sesuai dan seiman teruntuk bagi rekan-rekan yang saat ini sedang menantikan dan mengharapkan seorang pasangan hidup yang sesuai dengan rencana Allah. Berikut contoh Doanya :

Doa Katolik memohon jodoh yang sesuai dan seiman


1. Doa Katolik memohon jodoh 1 Bahasa Indonesia

Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus...Amien.

Allah Bapa yang maha pengasih, Engkaulah sumber segala cinta yang bersemi dalam diri umat-Mu. Aku sangat bersyukur Tuhan karena dariMulah, aku bisa belajar mencintai dan dicintai. Aku percaya akan kekuatan cinta. Seperti halnya yang telah engkau teladankan bagi kami dengan mati di kayu salib karena cintamu kepada kami.

Ya Tuhan Yesus Kristus, di dalam kesempatan ini aku memohon kepadaMu, bantulah aku Tuhan, bantulah aku untuk membukakan hati untuk orang lain. Bantulah aku, supaya aku lebih peka menentukan teman hidup dan dapat menanggapi cinta dengan sepenuh hati. Teruntuk bagi orang yang telah engkau siapkan menjadi pasangan hidupku kelak. Orang yang kelak bisa mendampingiku dalam membesarkan anak-anakku, orang yang akan menemaniku untuk menghabiskan sisa hidupku dalam iman Katolik.

Tuhan, tentu aku menginginkan teman hidup yang sempurna. Namun aku sadar, bahwa di dunia ini tidak ada seorangpun yang sempurna. Ajarkanlah aku bersikap realistis, ajarkan aku bisa mencintai yang tidak sempurna secara sempurna. Bantulah aku menemukan belahan hidup yang tepat, yang bisa saling meneguhkan dalam imanku kepadaMu. Siapapun dia Tuhan, kiranya kelak tidak membuatku terpisah dari cinta-Mu. 

Selain doa di atas, penulis juga akan memberikan contoh doa Katolik memohon jodoh yang sesuai dalam bahasa Jawa.


2. Doa Katolik memohon jodoh dalam Bahasa Jawa untuk perempuan

Konjuk ing Asma Dalem Hyang Rama, soho Hyang Putro tuwin Hyang Roh Suci...Amien.

Rama ing Swarga, ingkang maha tresna, wicaksana, mboten kenging linacak. Sampean dalem sampun miji satunggaling priya dados sisihan kulo. Piyambakipun badhe madosi kawula, amrih dados rencanging gesang. Piyambakipun wau ingkang badhe dados pangayoman kawula lan bapakipun anak-anak kawula.

Dhuh Rama, sampeyan Dalem pirso panggenanipun pemudha wau. Kawula aturi njagi piyambakipun kanthi sih dalem ngantos saged ngendaleni badanipun piyambak. Mugi-mugi alus bebudenipun, grapyak pasrawunganipun tuwin tumindak tansah nyatriani. Mugi tansah katebihna saking bebaya lan kakencengna watakipun dados manteb, mugi kasaenan. Kawula aturi njagi lan ngayomi kawula ugi, supados pinanggih pantes ngampingi piyambakipun. Kawula kekalih sami nggarap pasitrening jiwa, dipun sebari winih ing sabda dalem, supados manah dados suci, lan pikajengan mindhak kiyat.

Dhuh Rama, kawula sami nyuwun, supados menawi sampun dumugi titiwancinipun kawula kekalih mbangun brayat, mangke brayat kawula punika damel renaning panggalih dalem lan nyunaraken asih tresna dalem dhateng sadaya tiyang ing sakiwa tengen kawula. Amien.
  • Rama kawula ing swarga......
  • Mugi linuhurna Hyang Rama, saha Hyang putra, tuwin Hyang roh suci. Kados ing mulabuka, sapunika sarta ing salami-laminipun
  • Konjuk ing Asma Dalem Hyang Rama, soho Hyang Putro tuwin Hyang Roh Suci...Amien.

3. Doa Katolik memohon jodoh dalam Bahasa Jawa untuk laki-laki

Dhuh Gusti lan Allah kawula, Rama ingkang Maha asih, Gusti pirsa gesang kawula ing sawetahipun. Kawula punika upaminipun ngadeg ing pucuking redi lan sumerep pasawangan ingkang gumelar endah wonten ing sangandap kawula.

In antawisipun lare estri semanten kathahipun wonten satunggal ingkang sampeyan Dalem temtokaken dados semah, rencanging gesang kawula ing tembe wingking. Lare estri wau badhe nilar bapak ibunipun lan badhe gesang kaliyan kawula. Piyambakipun badhe tumut kawula kanthi sawetahing manah, salaras kaliyan sabda Dalem. Piyambakipun badhe dados gadahan kawula lan kawula dados gadhahipun, ngantos kawula kekalih dados sajiwa lan saraga.

Dhuh Gusti, kersaa paring mripat ingkang padhang, supados kawula saged tepang, saha manah sabar tuwin mulus ngantos saged nimbang lan milih. Kawula kepengin milih boten kaderengsemsem ingkang wuta, nanging adhedasar tulusing katresnan. Gusti kawula njagekkaken dhatengipun rencanging gesang ingkang cocog. Lan ibu ingkang rumeksa dhateng putra-putranipun, kados ingkang sampun sampeyan Dalem temtoaken wiwit ing sakawit tumrap kawula. Amien.
  • Rama kawula ing swarga......
  • Mugi linuhurna Hyang Rama, saha Hyang putra, tuwin Hyang roh suci. Kados ing mulabuka, sapunika sarta ing salami-laminipun
  • Konjuk ing Asma Dalem Hyang Rama, soho Hyang Putro tuwin Hyang Roh Suci...Amien.

Bertemu jodoh lewat doa

Di kesempatan kali ini, selain ingin menuliskan tentang doa-doa Katolik, memohon diberi kemudahan bertemu dengan jodoh atau pasangan hidup. Penulis akan berbagi kesaksian yang mungkin bisa meneguhkan iman kepercayaan kita semua. Penulis sendiri bertemu dengan jodoh yang kini menjadi istri saya ketika berumur 24 tahun. Sungguh memang Tuhan bekerja dalam hidup saya karena sebelumnya saya tidak mengenalnya. Dia datang dengan cara yang bagi saya sungguh ajaib. Saya mengenal istri saya bukanlah melalui teman atau sahabat melainkan melalui jejaring sosial.

Entah apa yang menjadi alasan saya mengirimkan permintaan pertemanan di salah satu akun fb yang pada waktu itu tiba-tiba muncul di beranda saya. Tidak ada mutual friend, namun entah bagaimana akun tersebut  bisa saja muncul di tampilan awal ketika saya membuka akun jejaring sosial tersebut. Kejadian itu terjadi tahun pada 2011. Saya sempat membaca, wanita tersebut kuliah di Unisri, salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Solo. Hal itu begitu cepat berlalu, karena pada waktu itu saya sendiri kuliah di Yogyakarta dan sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan perkuliahan termasuk sidang akhir. Pada waktu itu, saya sedang menjalin hubungan dengan seseorang wanita yang berbeda agama, yakni beragama Hindu.

Waktupun berjalan begitu saja, hubungan saya dengan pacar saya yang beragama Hindu harus selesai di tengah jalan, karena keluarganya yang melarangnya untuk berpindah agama mengikuti saya yang meyakini agama atau kepercayaan Katolik. Ketika itu saya memutuskan untuk sendiri cukup lama, hampir 3-4 tahun lamanya. Sempat dengan beberapa teman kerja, namun bagi saya pribadi, saya belum menemukan adanya kecocokan diantara kami. Setelahnya, saya nyaman hidup sendiri selama beberapa tahun lamanya.

Sampai akhirnya menginjak usia 24 tahun, dimana beberapa rekan-rekan saya sudah menemukan pasangan hidupnya dan membina hubungan rumah tangga. Sayapun akhirnya baru tersadar bahwa saya harus "mencari" jodoh saya mengingat umur saya yang sebentar lagi masuk seperempat abad. Suatu ketika, saya menemukan buku Kidung Adi yang terselip di almari ruang keluarga. Saya membuka-buka buku tersebut dan menemukan doa memohon pasangan hidup yang sesuai, seperti yang sudah saya ketikkan di atas. Saya mulai berdoa dan mengucap syukur serta mendoakan doa novena tiga salam Maria, memohon agar saya diberikan jalan untuk segera bertemu dengan jodoh saya.

Beberapa hari setelah itu, akun facebook milik wanita yang dahulu saya kirimi permintaan pertemanan tiba-tiba muncul di beranda saya. Entah dorongan darimana yang menguatkan saya, untuk segera menemui wanita tersebut. Singkat cerita, saya bisa membangun komunikasi dan hubungan pertemanan dengannya dan saya menemukan adanya kecocokan dalam diri kami. Meski dia berbeda kepercayaan dengan saya ( istri saya sebelumnya beragama Kristen) , dia mau mengikuti kepercayaan saya, setelah sebelumnya mengikuti pelajaran baptis dan krisma. Dalam proses pindah kepercayaan, kami sangat terbantu dengan orang-orang baik umat di Gereja Purbowardayan Solo. Denga sukarela mereka mau menjadi wali baptis bagi istri saya, meskipun sebelumnya kami tidak mengenal mereka. Kamipun bisa mengikuti sakramen pernikahan di Gereja Katolik Santo Yusup Pekerja Gondangwinangun setelah sebelumnya mengikuti kanonik di gereja yang sama. 


Dari pengalaman itulah, saya benar-benar merasakan mujizat dalam hidup saya melalui doa-doa permohonan, memohon pasangan hidup ( jodoh ) yang telah saya panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus dan Tuhan pun menjawab permohonan saya. Hal ini semakin menguatkan kepercayaan saya akan iman Kristiani dan adanya karya keselamatan dalam hidup kita. Semoga rekan-rekan pembaca, bisa mendapatkan dan dimudahkan dalam menemukan jodoh yang seusai dengan kehendak Allah berkat doa-doa dan permohonan yang rekan-rekan daraskan. Amien.

 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Doa Katolik memohon jodoh yang sesuai dan seiman"

Post a Comment