cowok kog jadi perawat, cerita menarik kuliah di keperawatan

Kuliah dimana mas ? Kuliah di keperawatan mbak...ehmmm  ( sambil mikir sejenak ) lalu bertanya, kalo perawat cewek itu panggilannya suster, kalo perawat cowok nanti dipanggil apa? Entah berapa kali saya mendengar pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Agaknya orang masih terheran-heran apabila bertemu dengan cowok yang kuliah di jurusan keperawatan. Pertanyaan mereka bukan tanpa sebab, karena sampai dengan detik ini, mayoritas perawat yang sering mereka temui baik itu di rumah sakit, di klinik ataupun di puskesmas berjenis kelamin perempuan.

cerita kuliah di keperawatan
kuliah di keperawatan : sumber kompasiana, Nanang Diyanto


Pilihan orang tua

Awal masuk di dunia kesehatan terutama ilmu keperawatan sebenarnya bukanlah pilihan saya. Ketertarikan saya dahulu adalah ilmu komputer dan Biologi ( Jauh banget ya ). Lantas kog bisa nyasar masuk kuliah di keperawatan itu gimana ceritanya? Hal itu tidak lain terpengaruh bujuk rayu kedua orang tua saya yang menginginkan salah satu anaknya kuliah di kesehatan. Sebenarnya keinginan untuk masuk di Fakultas ilmu komputer saat itu sudah menggebu-gebu, saya bahkan sudah diterima di salah satu kampus dengan fakultas ilmu yang sudah lama saya idam-idamkan. Sampai pada suatu ketika saya menemui fakta bahwa lapangan pekerjaan lulusan tersebut susah mendapatkan pekerjaan. Dari situ saya mulai khawatir dan meminta pertimbangan orang tua saya. Orang tua menganjurkan saya untuk masuk di ilmu kesehatan. Pilihannya ada dua fisiotherapi atau perawat.

Saya lebih memilih perawat karena melihat dari peluang kerja lulusan tersebut lebih banyak dibandingkan fisiotherapi. Selain itu jarak kampus keperawatan tidak jauh dari tempat tinggal saya. Okedeh, saya akhirnya memilih untuk masuk pendidikan perawat. Dalam memilih kampus, saya memilih kampus ilmu keperawatan yang bekerja sama dengan beberapa rumah sakit. Harapannya nanti, saya tidak perlu bersusah-susah mencari pekerjaan, karena menurut informasi yang saya peroleh, biasanya lulusan baru akan ditawari pekerjaan oleh rumah sakit yang bekerjasama dengan kampus tersebut. Puji Tuhan saya akhirnya diterima di perguruan tinggi yang sesuai kriteria, setelah melalui berbagai seleksi dan proses administrasi.

Kuliah di keperawatan seperti apa ?

Keputusan untuk masuk ke ilmu keperawatan saat itu sudah 3/4 bulat. Setelah dipikir-pikir aneh saja, cowok kog jadi perawat, berbagai pertanyaan mulai bermunculan seperti besok kuliahnya seperti apa? adakah temen cowok ketika kuliah di keperawatan? bisa menangani pasien kecelakaan atau tidak? atau bagaimana kalo temen kuliah ternyata cewek semua dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang belum terjawab pada waktu itu karena saya sama sekali tidak mempunyai gambaran mengenai kuliah di keperawatan.

Fakta yang saya temui

Awal masuk di pendidikan perawat dimulai dengan masa orientasi yang berjalan kurang lebih 4 hari. Di masa-masa itu kita akan dibina dan diberikan gambaran mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perkuliahan seperti : mata kuliah yang akan diajarkan, jumlah SKS yang harus kami ambil untuk bisa menamatkan pendidikan perawat serta peluang kerja lulusan pendidikan keperawatan. Disitu pula dihadirkan beberapa alumni pendidikan keperawatan yang saat ini bekerja di berbagai bidang pekerjaan seperti perawat di rumah sakit, perawat sebagai dosen, perawat yang bekerja di bidang pertambangan bahkan ada juga perawat yang bekerja pada suatu maskapai penerbangan. Dari situ saya mempunyai gambaran bahwa perawat tidak selamanya bekerja pada rumah sakit. Lapangan pekerjaan perawat sangat banyak dan peluang kerja masih terbuka lebar. Selain itu saya juga mendapatkan informasi bahwa perawat bisa membuka praktek mandiri untuk bisa mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya sesuai ilmu yang dipelajari, tentu saja ilmu keperawatan. Pada saat masa orientasi pula saya menemukan beberapa teman-teman cowok. Kekhawatiran saya pun mulai sedikit teratasi. Meskipun teman-teman cowok jumlahnya sangat sedikit. Perbandingannya 1:8 dengan temen perempuan, setidaknya bisa menjadi teman bagi saya untuk maen bareng atau berbagi cerita tentang hal-hal yang mungkin itu tidak bisa saya ceritakan ke rekan perempuan.

Masa orientasi sudah selesai, lanjut perkuliahan

Masa orientasi sudah selesai, perkuliahan pun dimulai. Materi perkuliahan di awal semester yang saya pelajari diantaranya adalah : KDK ( Konsep Dasar Keperawatan ) KDM ( Keperawatan Dasar Manusia ) serta anatomi dan fisiologi. Di semester awal atau di awal perkuliahan memang kita akan mendapat banyak materi dan materi, setelah itu pada semester kedua barulah mahasiswa keperawatan diwajibkan untuk mengikuti praktik klinik keperawatan. Sebelum praktik di rumah sakit, kita akan dilatih oleh instruktur terlebih dahulu tentang cara menangani pasien yang dilakukan di laboratorium kampus keperawatan. Sebagai probandusnya kita menggunakan phantom atau teman sendiri untuk dilakukan tindakan keperawatan seperti memeriksa tekanan darah, melakukan rekam EKG serta mengambil darah. Semuanya dilakukan secara hati-hati. Kebayangkan kalo saat mengambil darah teman, kita salah suntik ? atau saat menyuntik, tidak kena-kena pembuluh darah serta harus mengganti jarum ?! oleh karenanya perlu kehati-hatian ketika melakukan praktik di laborat keperawatan.


Seleksi masuk prodi keperawatan, sumber : website akper panti rapih yogyakarta 

Kuliah di ilmu keperawatan tidak hanya soal penyakit atau obat-obatan saja melainkan juga diajarkan ilmu lainnya dalam mata kuliah yang berbeda. Ilmu management serta ilmu kewirausahan juga diajarkan sebagai tambahan ( Tiap kampus berbeda-beda ). Kita diajarkan tidak hanya mendalami dunia kesehatan, namun juga diajarkan untuk bisa menciptakan peluang kerja, tentu saja peluang kerja yang msaih berkaitan dengan dunia keperawatan. Hal ini membuat mahasiswa tidak cepat bosan karena harus mempelajari materi yang berkaitan tentang ilmu kesehatan saja.


Praktek klinik adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu.

Kegiatan praktik klinik keperawatan adalah suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh mahasiswa keperawatan, mengapa demikian? Setelah kita berlama-lama di kampus serta mendapatkan banyak teori, tiba giliran kita untuk mempraktekkan apa yang kita dapatkan dari kampus. Praktik klinik bisa dilakukan di rumah sakit umum, di poliklinik ataupun di sebuah rumah sakit jiwa, tergantung kompetensi dari mata kuliah apa yang akan dicari. Ada banyak pelajaran berharga yang bisa kita peroleh dalam praktik klinik keperawatan. Kita bisa banyak belajar tentang bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain, belajar memahami psikologi orang yang sedang sakit dan tentunya belajar dari kehidupan orang lain, bagaimana memaknai penderitaan yang mereka alami ketika mereka sedang sakit. Selain itu juga kita bisa berkenalan dengan berbagai mahasiswa dari kampus lain dan saling bertukar cerita pengalaman.

Tidak selamanya praktek klinik keperawatan itu menyenangkan, terkadang kita harus berbesar hati ketika ada pasien yang tidak mau kita rawat, atau ketika kita melakukan kesalahan dan dimarahi oleh kakak-kakak senior kita. Ya, selain harus pintar dari segi teori kita juga harus pintar dalam memanagement emosi diri kita sendiri. Jika ada orang lain, pasien atau perawat senior sedang marah dengan kita, kita sebaiknya mendengarkannya sampai selesai, jangan menghadapi kemarahan orang lain dengan nada tinggi, tentu orang yang sedang marah kepada akan semakin marah. Hadapi dengan sabar, dan berikan pengertian setelah mereka selesai mengungkapkan kemarahan mereka. Hal-hal semacam ini akan rekan-rekan dapatkan ketika belajar di praktik klinik keperawatan. Menarik bukan ??!!


Kuliah di keperawatan bukan hanya soal ilmu kesehatan saja

Selama kuliah di keperawatan saya dididik untuk menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab dan disiplin. Hal-hal yang semacam itu ditanamkan sejak awal masuk perkuliahan. Bagaimana tidak, karena hampir setiap hari saya dituntut untuk membuat laporan aske, dituntut untuk berpenampilan bersih dan rapi semua adalah hal-hal yang secara tidak langsung saya dapatkan ketika berkuliah di keperawatan.


kegiatan lain di kampus keperawatan, sumber  : website akper panti rapih yogyakarta

Pada akhirnya semua sampai pada sebuah pengabdian

Setelah menyelesaikan pendidikan saya di ilmu keperawatan, saya bekerja pada sebuah rumah sakit. Kebetulan kampus keperawatan tempat saya menimba ilmu bekerjasama sengan berbagai rumah sakit baik di pulai jawa maupun rumah sakit di luar pulau jawa. Saya mendaftarkan diri di 3 rumah sakit yang berbeda kala itu, dan diterima semua. Saya memilih untuk bekerja di rumah sakit yang jaraknya paling dekat dengan tempat tinggal kedua orang tua saya, harapannya tentu saja ingin menemaninya nanti ketika mereka sudah lanjut usia serta dapat memberikan tambahan biaya pendidikan serta pengawasan kepada adik-adik saya yang masih duduk di bangku pendidikan.

 cerita menarik kuliah di keperawatan


Saya sangat bersyukur bisa menjadi perawat, saya bersyukur bisa memberikan sedikit pertolongan kepada orang lain yang sedang sakit dan saya bersyukur bisa ikut andil menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk karya keselamatan manusia. Semoga cerita sederhana ini bisa memotivasi adek-adek yang berencana masuk ke dunia keperawatan. Maju terus perawat Indonesia !!!. 

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "cowok kog jadi perawat, cerita menarik kuliah di keperawatan "

  1. iya memang sih dunia perawat sampai saat ini masih (maaf) dimonopoli cewek.

    tapi nggak menutup kemungkinan bahwa dimasa yang akan datang akan semakin banyak nama yosef yg mengambil jurusan keperawatan ya mas

    ReplyDelete
  2. yang penting ngak gemulai aja jadinya mas heehee

    ReplyDelete