nasib tinggal di desa, belum terjangkau sinyal 4G

Perkembangan teknologi nirkabel khususnya jaringan telepon selular saat ini sudah masuk generasi keempat dengan dihadirkannya sistem 4G yang sudah beberapa waktu lalu gencar dipromosikan oleh beberapa provider telepon selular. Setelah sebelumnya kita menikmati sistem High-Speed Downlink Packet Access atau disingkat (HSDPA), teknologi 4G menawarkan berbagai macam kelebihan dibandingkan dengan generasi sebelumnya, salah satunya adalah, kemampuan teknologi ini dalam menghasilkan kecepatan akses sampai dengan 100 mb/detik. 


 sinyal 4G di desa
Ilustrasi mencari sinyal


Selain itu, teknologi 4G menawarkan berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau. Tak ayal sejak saat itulah beberapa perusahaan telepon selular mulai memproduksi produk yang support untuk mendukung layanan 4G. Hal itu  juga yang mendorong beberapa provider telepon selular di tanah air mulai gencar mempromosikan layanan mereka berbasis 4G dengan mengeluarkan paket data yang harga belinya jauh lebih terjangkau.

Bayangkan saja, dahulu paket data 2 gb dijual dengan harga kisaran 50 ribu rupiah. Saat ini paketan 65 ribu kita sudah dapat 2 gb kuota lokal, 4 gb kuota 4G ditambah lagi dengan bonus kuota untuk video streaming. Memang khususnya di daerah perkotaan, dengan adanya sinyal 4G memberikan perubahan yang cukup besar. Layanan akses internet yang diberikan menjadi lebih cepat, aktifitas browsing maupun download menjadi lebih lancar.

Namun kehadiran teknologi 4G belum sepenuhnya dirasakan oleh konsumen pengguna layanan telepon selular. Kuota 4G yang ada dalam paketan internet seringkali terbuang begitu saja seiring dengan habisnya masa aktif kartu. Hal itu tidak lain karena belum adanya jaringan 4G yang menjangkau ke daerah-daerah terutama di desa atau pinggiran kota sekalipun. Sama halnya dengan yang saya alami di daerah tempat tinggal saya, nasib tinggal di desa yang jauh dari kawasan perkotaan, bisa mendapatkan sinyal HSDPA saja sudah sangat bersyukur, apalagi mendapatkan sinyal 4G. Sebenarnya sangat disayangkan apabila kuota 4G terbuang sia-sia karena masa aktif kartu habis, dan sangat disayangkan pula provider telepon selular tidak menyediakan kuota lokal saja. Kalau terus terusan seperti ini, tetap saja to, konsumen yang dirugikan. 

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "nasib tinggal di desa, belum terjangkau sinyal 4G"

  1. Bukan hanya didesa saja mas saya yang di Kota saja 4G belum sepenuhnya merata atau ada tapi masih lemah akhirnya sama saja gak bisa dipakai makanya saya tetap bertahan pakai sinyal 3,5 G walaupun operator sudah menyuruh saya up grade kartu ke 4G.Mungkin kalau sinyal 4G nya sudah kuat baru saya pakai.BTW SELAMAT mas sudah Pakai dot Com terlihat profesional tinggal bangun trafiknya dg rutin update uangpun datang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kira, njenengan sudah menikmati sinyal 4G untuk keperluan ngeblog mas :D ternyata miwon- sami mawon....makasih mas, rejeki di bulan kemerdekaan, banyak yg lagi promo domain TLD, entah nanti jatuh mahal di perpanjangannya, mumpung sekarang murah, sikat aja...

      Delete
  2. Daerah mana itu ? kalau jawa tengah pastinya hampir semuanya sudah terhubung 4G. Dan memang betul, kuota internet 4G elbih murah. Dan itu operator merah sudah turun harga. 65 ribu 2G tri G dan 4G four G.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karangnongko mas, sini blm ada 4G,iya mas, saya pakai operator merah..bisa dapat sinyal yg baik cuma pakai itu dengan harga yang lebih mahal dibanding lainnya :(

      Delete